https://radarjember.jawapos.com/peristiwa/21/05/2023/perahu-nelayan-terbalik-di-pantai-cemara-jember-dua-orang-hilang/
Selain dilakukan oleh tim gabungan, anggota keluarga dari dua korban juga ikut melakukan penyisiran di sepanjang bibir Pantai Cemara. Sebab, dua korban itu masih merupakan saudara sepupu. Sementara, rumah korban juga tidak jauh dari tempat kejadian musibah. Sejak jukung yang dinakhodai Harto, 25, dengan tiga anak buah kapal (ABK), itu diterjang ombak, pencarian sudah dilakukan hingga malam hari.
Sebelum mengalami kecelakaan di Plawangan Pantai Getem jukung Jabal Nur itu akan berangkat melaut. Namun, saat melintas di Plawangan itu satu dari dua mesin bermasalah. Sehingga jukung melaju tidak stabil. Saat ombak datang, jukung akhirnya melintang. Saat itu juga jukung terhempas ombak dan terbalik.
Nakhoda, Harto, dengan tiga ABK masing-masing Ayub, 22; Sodiq, 23; dan Wawan, 25; keempatnya warga Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, terlempar dari jukungnya. Karena ombak cukup besar, nakhoda bersama 3 ABK terseret ombak. Dua selamat dan dua dinyatakan hilang. Dua ABK yang hilang yakni Ayub dan Sodiq. Kini masih dalam pencarian.
AKP Hari Pamuji, Kasat Polair Polres Jember di Puger, mengatakan, tim gabungan terus melakukan pencarian dua ABK yang hiking sejak kejadian, Sabtu (20/5) pukul 13.30. Pencarian pertama di seputaran tempat kejadian musibah. Selain itu, dilakukan hingga di bawah Jembatan Cinta. Sebab, arus cukup deras mengarah ke arah barat.
"Kebetulan sejak pagi hingga pukul 10.00 air laut pasang cukup tinggi disertai ombak juga besar. Terlihat arus juga mengarah ke barat. Bahkan anggota satpolair bersama tim relawan sempat mendapat info kalau jasad sudah ditemukan. Ternyata setelah kita cek, benda yang mirip tubuh manusia itu ternyata bongkahan kayu yang terbawa ombak di pinggir pantai," kata Hari.
Untuk sementara pencarian memang terus dilakukan. Pencarian juga dibantu tim SAR lain, relawan, dan TRC BPBD Kabupaten Jember. Sedangkan keluarga korban juga menyebar di sepanjang bibir Pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Puger.
Terjadinya kecelakaan itu pada saat jukung dengan satu nakhoda dan tiga ABK itu hendak berangkat melaut. Pada saat akan melintas di Plawangan, satu mesin bermasalah. Sehingga jukung berjalan oleng dan bersamaan itu ombak datang langsung menghantam. Korban dan nakhoda tidak menggunakan pelampung. Padahal, para nelayan sudah mendapatkan pelampung.
Pihaknya juga mengimbau kepada nelayan untuk menjaga keselamatan saat berangkat melaut agar memakai pelampungnya saat melintas di Plawangan. “Hal ini demi keselamatan para nelayan yang hendak berangkat melaut,” pungkas Hari. (jum/c2/bud) Editor : Maulana Ijal