Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cegah Abrasi dengan Tanam Mangrove

Safitri • Kamis, 18 Mei 2023 | 19:35 WIB
DEMI ALAM: Penanaman pohon mangrove dilakukan di pesisir Pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, yang diikuti ratusan siswa, anggota TNI dan Polri, serta Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel).
DEMI ALAM: Penanaman pohon mangrove dilakukan di pesisir Pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, yang diikuti ratusan siswa, anggota TNI dan Polri, serta Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel).
MULYOREJO, Radar Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berpartisipasi dalam penanaman pohon bakau nasional yang dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia oleh Presiden RI Joko Widodo. Nah, di Jember, penanaman mangrove itu dilakukan di wilayah pesisir Pantai Cemara, di Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger.

BACA JUGA : Bermodus Pacaran, Seorang Pria di Mataram Setubuhi Korban di Bawah Umur

Giat tanam pohon bakau secara langsung dibuka Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Rahmat Cahyo Dinarso. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Jember diwakili. Selain itu, ada Kapolres Jember, Camat Puger, dan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel). Ada juga Kejari, Dinas Perikanan dan Kelautan, mahasiswa Unej, Unmuh, dan SMK Perikanan Kelautan Puger. Kemudian, Muspika Puger dan siswa SMP Negeri 3 Puger serta masyarakat yang peduli lingkungan.

Ada ribuan pohon mangrove yang ditanam di pesisir Pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo. Penanaman mangrove itu dilakukan pada sore hari. Menurut Dandim 0824 Jember Letkol Rahmat Cahyo Dinarso, tanaman mangrove memiliki berbagai manfaat dan peran yang amat krusial bagi kelanjutan lingkungan. Hutan mangrove bermanfaat menstabilkan garis pantai, mengurangi abrasi dari gelombang badai, arus ombak, dan pasang surut. “Penanaman mangrove secara serentak juga merupakan upaya perlindungan daerah pesisir dari bencana abrasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ni’matul Khoiroh, Kepala SMPN 3 Puger, mengatakan, sekolahnya juga mengirim 20 siswa dalam kegiatan tanam mangrove itu. Menurutnya, penanaman mangrove sangat baik dan diharapkan bisa dilaksanakan secara berkala.

Hal ini untuk mengedukasi siswa tentang rasa peduli terhadap lingkungan. “Sekarang kita sudah bisa menikmati mangrove yang ditanam 8–9 tahun yang lalu. Sudah bisa kita gunakan untuk laboratorium alam, sebagai sarana belajar, dan wisata edukasi,” jelasnya Ni’matul. (jum/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember