https://radarjember.jawapos.com/berita-jember/14/05/2023/wisata-kebun-bunga-mawar-karangpring-lebih-sempurna-datang-di-pagi-hari/
Petani mawar di Dusun Durjo RT 3 RW 8, Sutiyah menjelaskan, banyak petani yang lebih memilih menanam mawar karena bisa dipanen setiap hari. berbeda ketika menanam jagung atau padi yang baru bisa dipanen dan dijual tiga sampai lima bulan berikutnya. "Karena mawar bisa panen setiap hari, jadi penghasilannya setiap hari," katanya,
Sutiyah Sudah lima tahun menjadi petani mawar. Sebelum bisa dipanen setiap hari, dia membutuhkan waktu lima bulan dari masa tanam sampai berbunga. Banyaknya pesanan membuatnya senang memilih bunga mawar sebagai komoditas yang ditanamnya. Dalam setengah hektar kebun, Sutiyah bisa memanen mawar sampai 20 kresek atau kantong plastik ukuran besar.
Setelah panen, bisanya akan diantar ke penjual bunga tabur di Pasar Tanjung. Satu kreseknya diberi harga Rp25 ribu. Berbeda saat puasa dan hari raya. Permintaan akan meningkat dengan harga yang naik. "Bisa kami jual sampai Rp200 ribu per kresek merah," ungkapnya.
Hal itu juga dirasakan petani yang lain, Musdari. Ia menjelaskan, penjualan tidak hanya di daerah Jember saja. Pengiriman bahkan bisa sampai ke luar daerah. Menurutnya para pengepul ada yang mengambil sendiri ke kebun. "Biasa kirim ke Pasar Tanjung, Bondowoso, Situbondo, bahkan sampai Surabaya," sebut pria yang akrab disapa Pak Putri itu.
Tak semua pembeli mawar mempergunakannya sebagai bunga untuk nyekar atau hiasan. Beberapa ada yang menjadikannya sebagai bahan dasar sirup. Seperti yang dilakukan kelompok PKK di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi itu.
Kampung Mawar juga masih belum dikunjungi banyak orang sebagai tempat rekreasi. Sebab, masih belum banyak yang mengetahuinya. Tapi beberapa mahasiswa biasanya menjadikannya sebagai tempat penelitian atau praktikum. Khususnya mahasiswa pertanian.
Namun, pantauan Jawa Pos Radar Jember, Kampung Mawar sangat cocok dijadikan sebagai tempat untuk menghilangkan penat saat memasuki hari libur bersama teman, keluarga, pasangan, atau sendirian. Tidak ada biaya memasuki kawasan kebun tersebut. Hanya saja disarankan untuk Membeli satu atau dua kantong plastik mawar dari petani. Hal itu dilakukan untuk mendukung perekonomian mereka. (sil/faq/dwi)
Editor : Maulana Ijal