Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita di Balik Ngontel Bareng, Banyak Saudara karena Biasa Nongkrong

Safitri • Kamis, 11 Mei 2023 | 21:24 WIB
SEDULURAN SELAWASE: Komunitas pecinta sepeda ontel saat kongkow di sekitar Kota Cinema Mall (KCM)  Kaliwates, belum lama ini.
SEDULURAN SELAWASE: Komunitas pecinta sepeda ontel saat kongkow di sekitar Kota Cinema Mall (KCM)  Kaliwates, belum lama ini.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Sepeda ontel bisa disebut sebagai satu-satunya kendaraan klasik yang masih eksis hingga sekarang. Bahkan makin tua makin eksis. Hal itu sepertinya yang membuat pecinta ontel tua ini masih menjamur, tak terkecuali di Jember.

BACA JUGA : PDIP Lumajang Jadi Parpol Pertama Antar Berkas Bacaleg ke KPU Kabupaten

Di Jember, pencinta olahraga kayuh sepeda ini ada banyak macam. Salah satunya pencinta ontel tua Rengganis asal Kecamatan Panti. Komunitas ontel tua yang sudah ada sejak tahun 2015 lalu itu sering ditemui di jalan-jalan. Uniknya lagi, mayoritas para anggotanya banyak digawangi oleh para remaja atau anak-anak muda. Mereka sepertinya membuang jauh-jauh stigma kuno dan kolot, meski bergaya ala kadarnya menggunakan sepeda tua.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini, komunitas ontel itu tengah kongkow-kongkow di sekitaran Kota Cinema Mall (KCM) Kaliwates. Ya, nongkrong bersama menjadi agenda rutin komunitas sepeda ontel itu.

Meski hanya berisi obrolan santai, namun mereka menikmatinya. "Biasanya, seminggu sekali kita jalan, dari Panti ke Alun-Alun Jember atau dari Panti ke Watu Ulo," kata Farhan Hidayat, anggota Ontel Rengganis itu.

Ketika ngontel bareng dan nongkrong, ada banyak keseruan yang mereka dapatkan. Tak sekadar berolahraga yang menguras tenaga dan mengucurkan keringat, namun juga banyak bertemu kenalan baru. Sebab, di sepanjang perjalanan, tak jarang mereka harus berhenti sejenak untuk melepas penat. "Kadang ketemu teman baru saat ngontel. Bahkan saudara yang lama gak ketemu, bisa dipertemukan saat ngontel. Itu salah satu keseruannya," aku pemuda 23 tahun tersebut.

Bukan sekadar berolahraga dan nongkrong bersama, mereka sering kali juga mengikuti event ngontel bersama. Baik yang diadakan oleh komunitas ontel sendiri, maupun yang diadakan oleh lembaga lain. Bahkan, event-event berskala lokal, nasional, hingga internasional, semuanya dilibas. Beberapa event yang diikuti sebagian besar berbentuk olahraga kayuh sepeda.

Saat mengikutinya, mereka berangkat hingga pulang dari event tetap menggunakan sepeda. Seperti gelaran event di Jepara, Yogyakarta, Kediri, dan Bali. "Pernah mengikuti event dunia di Bali yang diikuti oleh 38 negara. Selama seminggu kita di sana, ngontel berangkat dan pulang," imbuh pemuda asal Kecamatan Panti itu.

Ontel Rengganis diikuti sekitar 80 orang dan mayoritas di antaranya berasal dari kalangan anak-anak remaja dan pemuda. Untuk mengisi kegiatan rutinnya, komunitas ontel ini biasanya mengagendakan ngontel bareng sepekan sekali ke Alun-Alun Jember atau ke Watu Ulo.

Selain itu, komunitas ontel ini juga tergabung dalam komunitas-komunitas ontel lainnya di Jember. Mereka biasanya mengadakan kegiatan atau event bersama setiap tiga bulan sekali. Nah, dari intensitas event-event tersebut, mereka mengaku bisa mendapatkan banyak pengalaman dan kenalan.

"Yang memang rutin seminggu sekali, kalau gak ke alun-alun ya ke Watu Ulo, dan setiap tiga bulan sekali, pasti ada event yang diselenggarakan komunitas ontel di Jember," timpal Aina Dewi, salah satu remaja anggota Ontel Rengganis tersebut.

Remaja 19 tahun asal Kecamatan Panti itu mengaku, ada keseruan tersendiri saat ngontel bareng. Dan itu tidak didapatkan dengan berolahraga lain ataupun menggunakan sepeda lain, selain sepeda ontel tuanya itu. Bagi dia, meski terbilang kuno ataupun kolot, ngontel memiliki daya tarik tersendiri yang tidak bisa didapatkan dengan cara menaiki kendaraan lain.

Kebanyakan dari mereka mengaku menyukai ngontel bareng lantaran hobi. "Serunya bisa nambah temen baru. Selain itu, karena suka dan hobi, orang tua juga pencinta sepeda ontel," aku remaja berkerudung itu.

Di komunitas sepeda itu, para anggotanya biasanya juga ada yang merakit, menghias, namun tetap mempertahankan kesan klasiknya. Selain itu, tak sedikit dari mereka yang memperjualbelikan sepeda-sepeda ontel itu ke sesama anggota, ataupun kenalan antarkomunitas. (nur/c2) Editor : Safitri
#Jember