BACA JUGA : Terbelit Masalah Ekonomi, Pria di Jember Tewas Usai Minum Pembasmi Rumput
Kapolsek Ambulu AKP Ma’ruf menyampaikan, pola pengamanan yakni ditempatkan pada 6 lokasi tempat berlangsungnya acara. Mulai dari garis start Waton di balai desa sampai batas penyekatan yang dilakukan di salah satu pintu masuk Pantai Watu Ulo. Pengamanan pengunjung dilakukan untuk menertibkan kendaraan yang masuk agar berhenti dan parkir di batas yang telah ditentukan pihak terkait.
Untuk menekan lalu lalang kendaraan di sekitar panggung utama, dilakukan penyekatan pada salah satu akses jalan masuk menuju wisata. Jalur yang tidak dilakukan penyekatan dikhususkan bagi peserta pegon dalam acara festival.
Dikatakan, penyekatan dilakukan agar lokasi tidak semakin padat pengunjung, sehingga acara bisa berjalan dengan lancar dan tertib. “Kami belajar dari yang lalu, sehingga pola pengamanannya dilakukan seperti sekarang,” ujarnya.
Ditambahkan, proses pengamanan lokasi dilakukan oleh tim gabungan. Ada dari anggota polsek, koramil, satpol PP, serta swakarsa warga. Menurutnya, lonjakan pengunjung yang datang merupakan puncak dari pesta rakyat yang sedang berlangsung, yakni parade pegon.
Padatnya kendaraan pengunjung yang datang menyebabkan kemacetan dan sulitnya akses keluar masuk bagi pengunjung. Selain kendaraan kecil, terlihat juga bus pariwisata yang masuk menuju wisata Pantai Watu Ulo.
Kendaraan terus bertambah membuat jalan semakin padat. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan dan hanya dapat dilalui oleh sepeda motor dengan sistem buka tutup atau bergantian. Warga yang berkunjung serta menyaksikan parade pegon diminta agar menjaga ketertiban selama festival berlangsung. (mg1/c2/nur) Editor : Safitri