BACA JUGA : Perkuat Sinergisitas, UIN KHAS Jember Ajak Gathering Mitra Media
Padahal, pada hari Selasa (25/4), terdapat empat wisatawan yang terseret ombak saat mandi di pantai. Tiga orang selamat dan satu orang hilang atas nama Dony Prasetya, 18, warga Dusun Sukmoilang, Desa Pace, Kecamatan Silo. Hingga kini korban belum ditemukan.
Atas kejadian tersebut, papan imbauan sudah dipasang oleh Muspika Ambulu bersama Kepala Dusun Watu Ulo Ngadi, di sekitar pantai yang menjadi jujukan pengunjung. Namun, papan larangan itu diabaikan dan pengunjung tetap mandi saat air laut surut, Minggu (7/5).
Di lokasi terlihat banyak pengujung yang mandi hingga ke tengah saat air surut. Jarak mandi dari bibir laut hingga 40 meteran ke tengah. Padahal ketika ada ombak datang secara tiba-tiba, mereka yang mandi juga pasti akan terseret. Tetapi, mereka malah tetap mandi bahkan agak ke tengah.
Padahal, saat empat pengunjung terseret pada Selasa (25/4) lalu, mereka juga saat air laut surut. Nah, kemarin warga yang paling banyak mandi adalah ibu-ibu yang membawa balitanya. Sementara, anaknya dilepas begitu saja. Terlihat juga anaknya mandi, sementara orang tuanya menepi.
Sesekali, relawan atau pemilik warung di pinggir pantai membunyikan peluitnya kepada pengunjung yang terlihat mandi hingga ke tengah. Tetapi, imbauan atau larangan itu tetap diabaikan. Seperti diketahui, di sekitar Bukit Seruni, Dusun Watu Ulo, itu dikenal cukup rawan.
"Saya sudah melarang agar tidak mandi saat air laut sedang surut. Karena, ketika ada ombak datang, mereka saat melarikan diri jaraknya cukup jauh," kata Imam Syafi'i, warga setempat, yang menyelamatkan tiga korban selamat asal Desa Pace, Silo, dan warga Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, semakin sore banyak pengunjung yang datang. Mereka ada yang langsung duduk di warung, di batu karang sekitar Bukit Seruni, serta melakukan aktivitas lain. (jum/nur) Editor : Safitri