BACA JUGA : Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang
Bangunan liar yang menjadi penyebab banjir itu langsung dibongkar, Rabu (3/5) sore hingga malam. Kamis (4/5) pagi, sisa-sisa bangunan langsung dibersihkan oleh petugas gabungan. Adanya bangunan liar serta sampah membuat selokan tersumbat, sehingga saat hujan deras mengakibatkan banjir.
Proses pembongkaran itu dipimpin Jupriono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember. Hal ini dilakukan karena penyebab banjir adalah bangunan liar dan sampah yang dibuang sembarangan. Puluhan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) DPUBMSDA Jember dikerahkan untuk membongkar bangunan menggunakan dua ekskavator milik DPUBMSDA. Bangunan permanen tersebut di bagian belakangnya juga terdapat kamar mandi dan toilet.
"Penyebab terjadinya luapan air dari saluran itu karena tertutup sampah yang tidak wajar. Seperti potongan kayu besar, sampah plastik dari rumah tangga, dan sampah lainnya seperti kasur ukuran besar," kata salah satu anggota TRC di lokasi.
Matsuli, staf DPUBMSDA Kecamatan Patrang, pun heran akan ulah warga. "Kok bisa kasur milik warga dibuang ke saluran. Apa tidak mikir akibatnya kalau terjadi hujan," katanya. Selain sampah yang menyumbat, banyak batu besar yang menumpuk di dalamnya. Selain itu, di bagian gorong-gorong juga banyak jaringan kabel yang dibungkus pipa plastik.
Bangunan di atas selokan itu awalnya memang sering digunakan untuk kegiatan RT dan RW setempat. “Tetapi, selanjutnya sudah berubah fungsi, bahkan sebelum dijadikan jual kue juga pernah jual konveksi seperti kaus dan tempat kursus mengetik serta wartel,” kata Gunawan, warga yang tinggal di Jalan Patimura, Gebang.
Camat Kaliwates Roni Herman Baza mengatakan, bangunan permanen tersebut menjadi penyebab terjadinya banjir luapan. Menurutnya, jauh hari sebelumnya pihaknya telah meminta penghuni bangunan untuk segera pindah. Namun, imbauan itu tidak diindahkan. Bangunan tersebut selanjutnya disewakan. Menjadi angkringan yang menjual aneka makanan Jawa. "Momen banjir ini akhirnya mau tak mau kami bongkar," katanya. Di lokasi dia juga datang bersama Kabid SDA DPUBMSDA Jember Da'i.
Penyewa bangunan menurutnya melakukan pengosongan toko sendiri. Barang-barang di toko dipindah ke pinggir jalan. "Saat terjadi pengosongan, antara petugas dengan penyewa bangunan sempat bersitegang. Namun, akhirnya penyewa mau mengosongkan barang-barangnya," katanya.
Roni menambahkan, pembongkaran bangunan itu untuk tujuan pengembalian fungsi selokan. Pembongkaran dilakukan bersama pegawai DPUBMSDA Jember serta tim dari Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK); BPBD; Dinas Sosial; personel polres, satpol PP; Muspika Kecamatan Kaliwates; Lurah Jember Kidul; RT/RW Jember Kidul, dan warga sekitar.
Bangunan yang berdiri tepat di atas saluran pembuangan air menjadi penyebab tertumpuknya sampah di saluran pembuangan. Bangunan yang telah dibongkar dilakukan pembersihan dari sisa sampah dan puing-puing bangunan sebelum dilakukan proses perbaikan.
Pada kesempatan yang sama, Kabid Aset Moch H. Ishak mengatakan, selokan itu dinormalisasi agar saluran pembuangan air lancar. Kegiatan itu dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran pembuangan air sebagaimana mestinya. Menurutnya, pembongkaran bangunan dilakukan karena tidak memiliki izin. Dia juga mengatakan, tersumbatnya saluran oleh sampah dalam waktu yang lama akan menumpuk. “Sampah yang banyak pemeliharaannya kesulitan,” ujarnya.
Pembersihan itu dilakukan guna berjaga-jaga akan kemungkinan hujan besar yang menimbulkan luapan air lagi. Warga setempat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan diharapkan tidak membangun bangunan liar di atas selokan. (jum/mg1/c2/nur) Editor : Safitri