Cita-cita menuntaskan stunting dan permasalahan lain yang berkaitan masih terus dijalankan. Satgas J-Penting Aksi mendapatkan pengarahan langsung dari Bupati Hendy. Harapannya, laporan berkala bisa didapatkan berikut dengan progres yang dihasilkan selama tim turun ke lapangan.
Hampir setiap hari tim tersebut mengunjungi daerah-daerah di seluruh wilayah Jember. Untuk mencari keluarga yang memiliki anak dengan asupan gizi kurang atau mengarah pada stunting. Begitu juga dengan kondisi lingkungan yang kurang mendukung untuk kualitas kesehatannya.
Bupati Hendy menjelaskan, berbekal data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, tim J-Penting Aksi mencari langsung keluarga dengan ciri-ciri tersebut. Kemudian, melakukan intervensi dan edukasi agar ada perbaikan gizi serta kualitas hidupnya. Mereka yang mengalami gizi buruk dilakukan pembinaan dan pemantauan secara berkala untuk mengetahui perkembangannya.
Tak hanya itu, pemkab juga menurunkan bantuan berupa makanan bergizi untuk membantu memperbaiki nutrisinya selama proses pembinaan. Sampai gizinya benar-benar membaik. “Program J-Penting Aksi ini memang kami bentuk untuk benar-benar menurunkan angka stunting, AKI/AKB, dan kemiskinan ekstrem melalui edukasi secara langsung,” terang Bupati Hendy.
Tujuan utamanya memang sebagai cara untuk mengedukasi dengan mendeteksi dan mengatasi langsung kasus stunting. Melalui perbaikan asupan gizi makanan, penyakit yang menyertai, status gizi ibu, hingga kesehatan lingkungan. Hal itu juga menjadi wujud untuk menjadikan Jember sebagai pusat edukasi penurunan stunting, khususnya di wilayah Jatim.
Usaha keras yang dilakukannya itu merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai kepala daerah. Bahkan, Bupati Hendy dinobatkan sebagai bapak asuh anak stunting oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN RI Hasto Wardoyo pada 31 Februari lalu. (sil/c2/dwi) Editor : Maulana Ijal