Pak Oce menceritakan perjuangannya hingga bisa mengoleksi buku komik. Dulunya, dia membeli satu per satu hingga bisa mendirikan rental komik sampai sekarang. Meski di era buku digital dan maraknya toko modern, dia tetap mampu bertahan menggeluti usahanya itu.
Pria ini membuka rental buku komik di dekat Mapolres Jember. Lokasi tepatnya di Jalan Gatot Subroto nomor 48-18, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates. Sebelum mengoleksi buku dan membuka rental komik, awalnya Pak Oce tidak suka membaca. Justru lebih tertarik pada dunia seni seperti menggambar dan melukis. Sebab, kegiatan membaca tidak pernah tebersit di dalam pikirannya. “Saya sebenarnya sejak masa sekolah tidak mempunyai hobi membaca,” paparnya.
Pria berusia 55 tahun itu mulai menceritakan kisahnya saat duduk di bangku SMA. Itu berawal dari temanya yang suka membaca komik hingga dirinya ditawari buku komik untuk dibaca. “Awalnya saya dipinjami buku. Karena teman saya yang menceritakan kisah di komik tersebut sangat antusias, hingga saya pun penasaran dan meminjam buku komiknya,” ungkapnya.
Setelah lulus SMA, Pak Oce mulai gemar membaca komik hingga mengoleksi dan membelinya dengan uang tabungannya sendiri. Hingga terkumpul beberapa bacaan komik yang dia gemari waktu itu.
Dia rela membeli buku hingga Surabaya dengan menggunakan sepeda motor kesayangannya. Setelah buku yang diperoleh Pak Oce cukup banyak, temannya mulai memberikan ide untuk merentalkan komiknya kepada teman-temannya.
Beberapa bulan kemudian, uang hasil rentalan komik tersebut bisa digunakan untuk membeli mobil. Selanjutnya, dia juga bisa membuka rentalan buku komik sendiri di depan rumahnya sampai sekarang. Meskipun rental komik saat ini sudah tidak ada dan telah beralih ke buku digital, tetapi halangan tersebut tidak menyurutkan Pak Oce untuk tetap membuka rental komik. Maklum, dia sudah hobi pada buku dan komik sejak SMA. “Ada beberapa orang yang menawarkan untuk membeli buku komik persewaan saya. Tapi, berapa pun uang yang dibayarkan, saya tetap tidak mau. Karena persewaan ini memiliki banyak sejarah bagi kehidupan saya,” ujar pria kelahiran 1968 itu.
Itulah kecintaan dan kesetiaannya pada buku cetak. Salah satunya komik. Kini koleksinya itu telah menjadi rental komik satu-satunya yang masih buka hingga sekarang. Pernah baca komik tidak? (c2/nur) Editor : Maulana Ijal