Nah, pada tahun ini Bupati Jember Hendy Siswanto bersama keluarganya justru tidak ikut dalam keruwetan mudik. Biasanya, selama 30 tahun terakhir, Bupati Hendy harus mudik dari Jember menemui mertuanya di Madiun. Sehingga, setelah sekian lama, baru kali ini Bupati Hendy merayakan Hari Raya Idul Fitri secara utuh di Kota Suwar-Suwir.
Rencananya, momen lebaran tahun ini Bupati Hendy akan merayakan dengan berwisata di sekitaran Jember. Seperti wisata Seger Nusantara yang ada di Kecamatan Pakusari. “Nanti tahun depan akan di Jember saja, sudah tidak keluar keluar lagi,” ungkap orang nomor satu di Jember itu.
Hal yang dilakukan bupati itu diharapkan dapat ditiru oleh masyarakat Jember. Sebab, wisata di Jember tidak kalah menarik dengan wisata yang ada di luar daerah. Banyak tempat yang dapat dikunjungi oleh warga Jember maupun warga luar daerah.
Selain itu, dengan berwisata di Jember secara langsung juga akan meningkatkan perekonomian kerakyatan untuk masyarakat. “Berwisata sambil membantu perekonomian kerakyatan, tidak usah jauh-jauh, di Jember saja,” pungkas Bupati Hendy.
Sementara itu, Sabtu (22/4) lalu, seusai bupati dan keluarganya melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Agung At Taqwa Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Bupati Hendy langsung balik kanan ke Pendapa Wahyawibawagraha. Meski bupati hanya open house secara terbatas, namun sejumlah pejabat banyak yang tetap datang di pendapa.
Seketika suasana bahagia dan haru pecah di saat para pecabat pemkab berkumpul. Di sana ada asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta sejumlah orang. Bupati Hendy menyampaikan, mengingat penyebaran virus korona belum berhenti sepenuhnya, sehingga open house dilakukan secara terbatas. Bupati Hendy secara langsung juga mengucapkan permohonan maaf untuk seluruh warga Jember. “Mohon maaf lahir batin kepada semua warga Jember,” ucapnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember. (qal/nur)
Editor : Maulana Ijal