BACA JUGA : Temani Pemudik, MPM Honda Jatim Siapkan Balai Santai Honda. Cek Lokasinya!
Perawat RSD Soebandi Rochyan Firmansyah mengatakan, kondisi fisik disiapkan, setidaknya dua hari sebelum mudik. Istirahat cukup menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum keberangkatan. Menyiapkan energi agar badan tetap bugar saat puasa sambil menempuh perjalanan ke kampung halaman. Baik ditempuh dengan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.
Lelah pasti dialami. Namun, bagaimana agar rasa lelah itu tidak terlalu berat sampai mengganggu aktivitas lainnya? Firman menyarankan pemudik untuk selalu memenuhi kebutuhan air putih saat sahur dan berbuka. “Dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka, dan dua gelas saat mau tidur,” terangnya.
Lelah yang dirasakan barangkali tanda kurangnya cairan dalam tubuh atau dehidrasi. Karena itu, pemudik perlu rutin minum air jauh-jauh hari sebelumnya. Baik saat mudik ke kampung halaman maupun saat kembali ke tempat kerja atau kuliah.
Agar tidak cepat haus dan dehidrasi, tambahnya, mengurangi makanan asin pada saat sahur sangat dianjurkan. Seperti makanan yang banyak mengandung garam pada makanan instan maupun hasil masakan. Pada saat berbuka, mengonsumsi buah dan sayuran, untuk memperbanyak serat dan energi tubuh.
Terakhir, Firman menyarankan agar pemudik menghindari olahraga berat sebelum dan setelah mudik, atau sehabis menempuh perjalanan jauh. Istirahat cukup diperlukan agar badan tetap bugar dan bisa beraktivitas dengan lancar. (sil/c2/nur) Editor : Safitri