BACA JUGA : BNI Ikut Meriahkan Mudik Bersama BUMN 2023, Mudik Dinanti Mudik di Hati
Terutama saat pengendara melintasi tikungan tajam. Jalan ini cukup licin bila ada air sedikit pun. Apalagi sampai turun hujan, semakin berbahaya. Untuk itu, pengendara yang melintasi Jalur Gumitir di Dusun Curahdamar dan Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, selayaknya berhati-hati. Banyak tikungan serta jalannya naik turun.
Sebelum memasuki Jalur Gumitir, pengendara dari arah Jember maupun Banyuwangi sebaiknya mengikuti petunjuk jalan atau rambu-rambu lalu lintas yang dipasang Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Jember. Hal ini penting, mengingat jalur itu diprediksi akan terus ramai hingga malam Idul Fitri.
“Selain jalan yang sempit, ketika memasuki Lebaran banyak kendaraan yang mudik serta pulang kampung. Sehingga pengendara kami minta untuk lebih hati-hati. Rambu lalu lintas harus dipatuhi,” kata Kapolsek Silo AKP Tanto.
Selain rawan kecelakaan, jalan di Gunung Gumitir itu juga rawan pohon tumbang dan tanah longsor. Ada beberapa lokasi yang masih rawan terjadinya longsor, terlebih saat hujan turun. “Pohon yang berada di tebing jalan sangat rawan tumbang. Ketika melintas dan terjadi angin kencang, pengendara sebaiknya mencari tempat yang aman. Seperti di berhenti rest area atau tempat yang aman. “Bahkan pohon bisa jadi tumbang tanpa ada angin,” kata Tanto.
Menurutnya, pohon tumbang memang kerap terjadi tanpa ada penyebab seperti angin. “Pohon yang ada di lahan milik Perhutani itu bisa tumbang kapan saja, jadi tetap waspada,” ulas mantan kapolsek Tempurejo itu.
Sementara itu, Sanusi, 56, warga asal Jember yang sering ke Banyuwangi, membenarkan bahwa di Jalur Gumitir kerap ada kecelakaan di tikungan tajam. “Biasanya kalau ada kecelakaan, bisa macet sampai panjang. Intinya semua pengendara atau sopir harus hari-hati,” ucap pria yang merupakan sopir truk itu. (jum/c2/nur) Editor : Safitri