BACA JUGA : Jual Motor di Medsos Dua Pencuri Ditangkap Anggota Polsek Pasar Minggu
Kerusakan jalan aspal yang menghubungkan dua kecamatan itu sudah sejak lama. Bahkan yang bisa dilewati kendaraan roda dua hanya di bagian tengah. Sehingga, ketika ada dua pengendara dari arah berlawanan tidak mau mengalah, memilih di bagian tengah. Karena di bagian pinggir sudah berlubang dan lumayan dalam.
Catur, warga setempat, mengaku, rusaknya jalan itu sudah cukup lama. Sebab, setiap kali hujan deras, di jalan itu air menggenang. Sehingga air sulit untuk surut, karena jalannya lebih rendah dari saluran air. “Sehingga terjadi genangan air yang cukup dalam. Ini juga mempercepat rusaknya jalan,” katanya.
Pengendara sepeda motor yang sering melintas di jalan tersebut pasti memilih lewat di bagian pinggir. Sebab, di bagian tengah itu hanya cukup dilewati satu kendaraan yang dari arah barat. Terkadang ada dua pengendara sepeda motor sama-sama lewat di bagian tengah. Kadang ada yang tidak mau mengalah. Ketika sudah terjebak di bagian tengah, pengendara yang dari arah timur yang turun ke kubangan air.
“Yang parah memang ketika hujan, karena kubangan itu tidak kelihatan. Untuk pengendara yang biasa lewat, ya, memilih lewat pinggir,” pungkas Catur. Dia dan warga setempat berharap agar jalan yang rusak diperbaiki. (jum/c2/nur) Editor : Safitri