Permintaan penghentian itu disampaikan Kasatlantas Polres Jember AKP Arum Inambala ketika meninjau ke lokasi proyek, Sabtu (8/4). Dia meminta pemborong atau yang mengerjakan proyek agar mematuhi ultimatum tersebut. Karena pada H-4 jalur yang menghubungkan dua kabupaten, Jember dengan Banyuwangi itu, mulai padat kendaraan, sehingga harus steril dari potensi gangguan.
BACA JUGA: Terlibat Tabrakan Beruntun di Jember, Remaja 18 Tahun Meninggal di TKP
“Tadi kami sudah melihat langsung pengerjaan plengsengan di KM 37.200. Pengawas di lapangan mengatakan, setelah Lebaran nanti pengerjaan itu belum selesai, sehingga kami minta dihentikan sementara waktu,” kata Arum.
Rencananya, proyek baru dikerjakan kembali pada H+8. Untuk itu, dia meminta kepada pengawas lapangan agar material yang ada dibersihkan supaya tak sampai mengganggu arus lalu lintas. “Serta dipasang police line atau rambu-rambu yang safety buat pengendara,” ujarnya.
Diperkirakan, H-4 Lebaran jumlah kendaraan yang melintas di jalur nasional tersebut cukup banyak. Baik yang pulang kerja dari Bali atau sebaliknya. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan agar lebih hati-hati saat melewati jalur Gumitir. “Mengingat medan banyak belokan dan di sekitarnya juga ada jurang yang cukup dalam,” pungkasnya.
Sementara itu, Munawar, pemborong kerja asal Banyuwangi, menuturkan, sesuai permintaan kepolisian, proyek akan dihentikan H-4 sebelum Lebaran. Menurutnya, saat ini pengerjaan masih berjalan 10 persen. Sisanya akan dituntaskan setelah perayaan Idul Fitri selesai. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital