Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kejar Paket C untuk Nyalon Kades

Safitri • Sabtu, 8 April 2023 | 17:54 WIB
SEMANGAT: Peserta mengerjakan ujian program kejar paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Asy Syifa, Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe.
SEMANGAT: Peserta mengerjakan ujian program kejar paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Asy Syifa, Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe.
CUMEDAK, Radar Jember – Tidak ada kata terlambat untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan yang pernah putus sekolah karena faktor ekonomi atau bekerja, masih bisa melanjutkan untuk kuliah. Ada pula yang mengikuti program paket C atau setara dengan SMA untuk persyaratan nyalon kepala desa (kades).

BACA JUGA : Tujuh Jam Pabrik Kayu Terbakar Sempat Terdengar Suara Ledakan

Itu yang dilakukan sejumlah orang, kemarin. Mereka mengikuti ujian asesmen sumatif jenjang akhir program kejar paket C. Tempatnya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe. Di tempat ini ada 21 peserta yang ikut ujian pada hari terakhir, kemarin. Bahkan ada peserta yang berasal dari Banyuwangi.

Meski sebagian orang sudah cukup berumur, namun mereka tetap semangat dan pantang menyerah dalam urusan pendidikan. Bahkan, semangatnya tak kalah dengan siswa. Mereka juga digembleng dengan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Setidaknya masing-masing peserta bisa dasar pemahaman tentang negara. Apalagi, ujian itu hanya untuk persyaratan bekerja, serta keperluan lain untuk maju menjadi calon kepala desa, dan melanjutkan kuliah.

Penanggung jawab PKBM Asy Syifa, Ahsan, menjelaskan, di Kabupaten Jember ada 13 penyelenggara. Salah satunya PKBM Asy Syifa. “Untuk di Kecamatan Silo, Sukowono, Kalisat, dan Kecamatan Ledokombo, hanya ada di Kecamatan Sumberjambe,” katanya.

Ahsan mengungkap, mereka yang ikut paket C memiliki motivasi yang berbeda-beda. Ada yang akan dipakai untuk melengkapi persyaratan administrasi pencalonan kepala desa, ada yang ingin mengubah nasib, ada yang akan melamar kerja. “Mereka tidak sampai lulus SMA atau sederajat, makanya ikut ini,” jelasnya.

Saat pandemi Covid-19, program kejar paket C memang sempat vakum. Tetapi, setelah ada kelonggaran dari pemerintah, pihaknya mengadakan kembali. Hal itu karena memang banyak yang memerlukan ijazah paket C.

Dikatakan, peserta ujian untuk paket C sekitar 31 orang. Namun, sudah banyak yang bekerja di Lombok. Selain itu, peserta ada yang mengalami sakit. Sehingga hanya ada 21 yang resmi ikut ujian. Bahkan ada peserta dari Jember yang rumahnya di Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo.

Selain itu, ada peserta dari Kabupaten Banyuwangi. Dia adalah Pertama Dinda Pradika Putri, warga asal Kecamatan Genteng, yang mengikuti paket C untuk kuliah. Sementara, yang kedua adalah Hafis Lukito, asal Kecamatan Pesanggaran. “Untuk kehadiran dari peserta justru lebih tertib dari peserta kejar paket B. Mereka lebih disiplin meskipun rata-rata sudah berkeluarga,” jelas Ahsan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kehadiran peserta memang terlihat lebih tertib. Mereka mulai datang 15 menit sebelum ujian dimulai. Terlihat juga mereka lebih sabar saat mengisi lembar jawaban. (jum/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #kepala desa