Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puluhan Pelajar Ditangkap Polisi Terlibat Perang Sarung Saat Akhir Pekan

Alvioniza • Selasa, 4 April 2023 | 02:02 WIB
Perang sarung kini terus bermunculan di berbagai kota tak terkecuali di Jogjakarta, bahkan kejadian tersebut sempat dibubarkan polisi dan puluhan pelajar ditangkap.
Perang sarung kini terus bermunculan di berbagai kota tak terkecuali di Jogjakarta, bahkan kejadian tersebut sempat dibubarkan polisi dan puluhan pelajar ditangkap.
JOGJAKARTA, RADARJEMBER.ID-Tak kurang dari  24 pelajar salah satu SMP negeri di Kapanewon Dlingo, Bantul, Jogjakarta, terpaksa  diamankan polisi dalam kegiatan razia Ramadan pada Jumat (31/3) malam hingga Sabtu (1/4) dini hari. Puluhan pelajar itu diduga melakukan perang sarung.

Mereka kemudian dibina agar tidak melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat selama Ramadan.Iptu I Nengah Jeffry, Kepala Seksi Humas Polres Bantul mengatakan, puluhan pelajar tersebut diamankan ketika kedapatan nongkrong di Jalan Patuk-Dlingo. Delapan orang di antara mereka baru selesai melakukan tawuran perang sarung.

Sementara 16 pelajar,  diduga sekedar nongkrong-nongkrong.Jeffry menambahkan, dari kegiatan itu 13 unit motor turut disita. Lantaran para pemiliknya terlibat perang sarung. Belasan motor tersebut disita dan baru bisa diambil oleh para pelajar setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Kami undang pula orang tua dari masing-masing pelajar untuk bisa memberikan pembinaan, serta diimbau agar senantiasa berpartisipasi dalam mengawasi anak-anaknya,” jelas Jeffry dalam keterangannya kemarin (2/4).

Mantan Kasi Humas Polres Kulonprogo itu menegaskan, penyitaan kendaraan bermotor itu dilakukan untuk memberi efek jera bagi para pelajar. Selain karena belum cukup umur, penggunaan kendaraan untuk tawuran.

Menurut dia juga tak jarang membahayakan dan meresahkan masyarakat selama bulan ramadan.
Diakui Jeffry, para orang tua memang banyak keberatan jika dilakukan penyitaan sepeda motor. “Selama Ramadan ini Polres Bantul beserta jajarannya akan terus berpatroli.” imbuh polisi itu.

Terpisah, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Bupati Bantul, meminta, agar masyarakat khususnya para orang tua ikut mencegah tindak kenakalan remaja. Tak terkecuali kejahatan jalanan dan tawuran dikenal sebagai perang sarung saat ramadan.

Menurutnya, untuk mengantisipasi tindak kenakalan remaja bukan hanya peran pemerintah dan aparat saja. “Saya mengajak seluruh orang tua di Bantul agar lebih care, lebih perhatian, lebih intensif di dalam melakukan pengawasan anak-anak.”pungkas dia.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Dokumentasi Humas Polres Bantul

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja

  Editor : Alvioniza
#Kriminal