BACA JUGA : Masih Banyak Orang Tua Belum Sadar Diabetes Dapat Menyerang Anak-Anak
“Kalau dulu pada saat masa pandemi sangat sepi, karena memang ada pembatasan dalam meminjam buku,” ungkap Ribut Herlambang, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember.
Selain itu, suasana membaca di perpustakaan sekarang sudah didesain lebih nyaman. Hal itu terbukti dari data frekuensi membaca masyarakat yang pada setiap minggunya bisa 3–4 kali datang ke perpusda. “Satu orang yang bisa menghabiskan waktu 1–2 jam saat di perpusda,” paparnya.
Buku yang sudah dipinjam dalam tiga bulan terakhir, termasuk awal Ramadan, mencapai 3–4 bacaan. Dalam data tersebut terlihat minat baca masyarakat Jember masih berada di level tengah. “Dalam meningkatkan literasi membaca nantinya ada banyak program yang akan dilakukan,” bebernya. Dalam program-program tersebut akan ada pembentukan komunitas-komunitas literasi yang bisa mendorong masyarakat untuk gemar membaca. (mg4/c2/dwi)
Editor : Safitri