BACA JUGA : Punya Hutang Puasa Ramadan? Boleh Bayar Fidyah Saja, Ini Syaratnya
Salah satu imam Masjid Muhammad Cheng Hoo, Edy Dermawan, menjelaskan, tanah kompleks masjid tersebut merupakan hibah dari Pemkab Jember. Luasnya mencapai 5.000 meter persegi. Luas bangunan induknya 350 meter persegi. Di samping kiri berdiri menara yang cukup besar dengan luas 350 meter persegi. "Mulai diresmikan tahun 2015," ujarnya.
Bangunan yang didominasi warna merah itu ternyata memiliki sejarah yang cukup menarik untuk dikenang. Rupanya, Muhammad Cheng Ho, Laksamana Kerajaan Cina mendapat mandat melakukan ekspedisi ke luar kerajaan. Sehingga di bangunlah Masjid Cheng Hoo untuk mengenang syiar Islam-nya di berbagai daerah. Nah, di Jember masjid Cheng Hoo juga dibangun untuk mengenang perjuannya selama menjelajah di Indonesia.
Perlu diketahui, Cheng Hoo adalah laksamana dari Dinasti Ming yang melakukan ekspedisi ke beberapa belahan dunia, termasuk di Indonesia. Saat itu dia melakukan perdagangan rempah-rempah dan kain sutra maupun misi damai menyebarkan agama Islam melalui jalur laut.
Masjid Muhammad Ceng Hoo menjadi salah satu sarana dan tempat belajar bagi warga Tionghoa yang beragama Islam. Di sana, mereka rutin menggelar pengajian, belajar membaca Alquran, salat Subuh berjamaah, hingga menggelar kegiatan bakti sosial. "Kami terbuka untuk siapa pun yang ingin belajar mengaji di sini," bebernya.
Bangunan yang unik juga menjadi daya tarik untuk berswafoto bagi kawula muda. Bahkan, tempatnya yang relatif sejuk membuat masyarakat betah beribadah di masjid tersebut. "Tempatnya bagus, bersih, dan nyaman. Tak bosan saya salat di sini," ujar Khairil Anwar, salah satu pengunjung yang hendak beribadah. (faq/c2/nur) Editor : Safitri