BACA JUGA : Kuatkan Akhlak dalam Berilmu
Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Riyadlus Sholihien, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, KH Madini Farouq, menjelaskan, ada beberapa perilaku yang harus dihindari saat menjalani ibadah puasa. "Berpuasa juga wajib menahan nafsu untuk menyakiti orang lain," ujarnya.
Gibah atau membicarakan sisi negatif orang lain adalah tindakan yang tidak dibenarkan. Bahkan, dalam berpuasa wajib menahan tindakan tersebut. Meski terlihat sepele, namun tindakan tersebut dapat menggugurkan pahala orang yang berpuasa. "Secara fikih (hukum, Red) puasanya tidak batal, tapi pahala berpuasanya yang hilang," ungkapnya.
Jika bulan suci ini diisi dengan perbuatan buruk, maka akan dijauhkan dari rahmat Allah SWT. Hal itu menjadi catatan penting bagi umat Islam dalam menjalani ibadah puasa. “Pada bulan suci ini sebisa mungkin wajib mengurangi perbuatan buruk selama puasa, karena masa ini merupakan bulan pembersihan diri dari kotoran dan dosa,” jelasnya.
Melakukan gibah adalah suatu hal yang bisa menyakiti orang lain. Allah SWT berfirman dalam QS Al Hujurat ayat 12 yang artinya, "wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang”.
Untuk menghindari perbuatan tersebut, Gus Mamak, sapaan akrab Madini Farouq, menyarankan beberapa hal. Di antaranya memilih teman yang tepat. Memilih teman juga tidak boleh asal-asalan. Sebab, hal itu membuat kita mengikuti apa yang dilakukan oleh seorang teman. "Sering-seringlah berzikir dan mengikuti majelis selama bulan puasa," pungkasnya. (faq/c2/nur) Editor : Safitri