Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menuju Abad Kejayaan Ekonomi

Safitri • Selasa, 7 Februari 2023 | 16:53 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Tidak ada yang meragukan keteguhan warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga NKRI. Termasuk urusan menjaga ideologi Pancasila sebagai harga mati. Bagi NU, bela negara dan mencintai tanah air adalah wajib.

BACA JUGA : Mobil di Garasi Berkobar, Rumah Warga Jember Nyaris Ludes Terbakar

Secara konsekuen, NU sudah mengabdikan diri selama seratus tahun demi negeri ini. Banyak bukti tertulis maupun tersirat. Banyak pondok pesantren (ponpes) yang berdiri sebagai wadah pendidikan. Banyak kebudayaan yang dipertahankan sesuai kearifan lokal. Di bidang politik, tak perlu dirisaukan. NU tidak ke mana-mana, namun warganya ada di mana-mana.

Dalam bidang ideologi, politik, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan (ipoleksosbudhankam), NU sudah sangat dewasa. Akan tetapi, ada satu hal yang sampai hari ini masih menjadi PR besar. Dalam bidang ekonomi, warga NU masih banyak yang kurang beruntung. Ini bukan hal sepele. Bukan pula PR organisasi ini semata. Perlu ada campur tangan pemerintah, agar perekonomian warga NU bisa segera terangkat.

Jawa Pos Radar Jember mengorek beberapa terobosan yang dilakukan NU. Ini untuk mengupas apa yang perlu dilakukan untuk kemaslahatan umat. Gerakan pemberdayaan ekonomi di tubuh NU belum menyeluruh. Ini berbeda dengan tradisi tahlilan yang rutin dilakukan di mana warga NU tinggal, berikut tradisi selamatan-selamatan.

Sejauh ini, gerakan ekonomi warga NU masih tersentral dan cukup terbatas. Belum sampai ke basis di mana warga NU tinggal. Namun, adanya beberapa terobosan di bidang ekonomi perlu ditularkan hingga pelosok desa. Salah satu yang dapat dilakukan yakni membuat Badan Usaha Milik NU (BUMNU) maupun usaha lain sampai ke desa-desa.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember dan Kencong dalam menyongsong Satu Abad NU menjelaskan adanya beberapa terobosan di bidang ekonomi. Ini untuk memperkuat ekonomi organisasi maupun warga NU. Ketua PCNU Kencong Zainul Ghulam menjelaskan, tahun lalu sudah dilakukan kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) untuk menyediakan program simpan pinjam bagi warga nahdliyin. "Kami berikan sarana untuk modal bagi pengusaha," terangnya.

Pria yang akrab disapa Gus Ghulam itu menyebut, saat ini program dari PCNU Kencong masih berangkat dari bawah. Mulai dari beberapa produk usaha level UMKM seperti rengginang, sabun cuci, sampo, hingga  budi daya ikan. Hal itu sebagai bentuk awal PCNU Kencong memberdayakan masyarakat dari segi ekonomi.

Menurutnya, masih banyak catatan bagi PCNU Kencong untuk saling bersinergi dengan masyarakat. Memang memberdayakan sektor ekonomi tidak mudah. Perlu kerja sama dengan pihak pemerintah. "PCNU Kencong dalam menyongsong abad kesatu juga akan fokus memberdayakan masyarakat dalam hal ekonomi," ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris PCNU Jember Abdul Hamid Pujiono menjelaskan, pihaknya menjalankan program yang diberikan oleh PBNU. Yaitu, Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) grosir. Hal itu sebagai bentuk PBNU memberdayakan masyarakat nahdliyin.

Konsep dari BUMNU grosir adalah penjualan kebutuhan pokok, termasuk UMKM dan unit usaha lainnya. Pujiono mengaku bahwa berbagai produk yang disajikan lebih murah daripada toko grosir lainnya. "Warga NU yang punya warung, baik di desa maupun kota, bisa membeli barang di BUMNU," terangnya.

Menurutnya, Jember menjadi salah satu pilot project pembuatan BUMNU. Meski belum diresmikan, tapi BUMNU grosir sudah mulai berjalan. Masyarakat bisa mengambil keuntungan lebih besar ketimbang membeli dari toko grosir lainnya. "Penjualan sudah berjalan, tapi launching-nya masih diundur, karena kesepakatan awal BUMNU grosir diresmikan langsung oleh Presiden," pungkasnya. (c2/nur) Editor : Safitri
#Nahdlatul Ulama