BACA JUGA : 8.500 Sudah Tercetak di Awal Tahun, Blanko KTP di Jember Sisa 4.000
Patung dinosaurus berdiri kokoh dengan warna dominan hijau serta gigi taring yang tajam. Namun, jika dilihat dari dekat, dinosaurus itu bukan patung biasa yang dibuat dari semen. Melainkan dari daur ulang ban bekas. Selain dinosaurus, ada pula replika kingkong dan motor gede (moge). Kemudian, rumah botol yang terbuat dari botol minuman bekas dan kafe berhiaskan kerajinan dari barang-barang bekas.
Kini kondisinya seakan kurang terawat. “Dulu di sini ada pengolahan recycle atau daur ulang sampah, tapi sekarang sudah mangkrak,” ujar Orba, salah seorang pekerja di TPA Pakusari.
Dia menambahkan, wisata edukasi TPA Pakusari dan spot foto tersebut memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. “Padahal wisata ini dulunya sempat viral dan banyak pengunjung. Serta sudah dibuka resmi oleh Pemkab Jember. sayangnya, hal tersebut tidak bertahan lama,” katanya.
Dia berharap wisata edukasi itu segera diperbaiki kembali. Sebab, hal itu dapat menarik kunjungan wisatawan lokal. Spot foto itu berada di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari di Kecamatan Pakusari. Setelah vakum selama dua tahun, kini wisata edukasi yang berada di zona pasif TPA Pakusari itu mulai aktif lagi menerima kunjungan. Ya, lahan bekas sampah seluas 1,7 hektare itu saat ini membuka kunjungan wisatawan lagi. (mg4/c2/bud) Editor : Safitri