BACA JUGA : Balas Dendam karena Biliar Ditutup, Rumah Kasatpol PP Bondowoso Dirusak
Koordinator TPA Pakusari Muhammad Masbut menjelaskan, program tersebut sengaja dikembangkan TPA Pakusari untuk warga sekitar. Itu sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, mengingat lahan TPA Pakusari berdekatan dengan lokasi warga sekitar. "Pemanfaatan limbah plastik akan terus kami kembangkan," ujarnya.
Program tersebut sudah berjalan beberapa bulan di tahun 2022. Sejumlah warga sekitar menikmati gas metana dari daur ulang limbah plastik. Secara bertahap, pihak TPA Pakusari memperluas penggunaan gas metana bagi warga sekitar.
Pihak TPA Pakusari berkolaborasi dengan mahasiswa di Jember untuk mengembangkan berbagai produk dari hasil limbah daur ulang. Tak hanya gas metana, pembuatan paving dari plastik juga dikembangkan. "Kami akan terus berinovasi," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Saat ini pihak pengelola akan terus memperluas pipa gas metana. Tujuannya agar lebih banyak masyarakat yang mendapat sumber gas dari hasil daur ulang tersebut. Meskipun cukup sederhana, namun hal itu bisa mengurangi beban ekonomi dari masyarakat sekitar. "Jadi. warga tidak perlu membeli gas LPG lagi," tuturnya.
Menurut Masbut, saat ini pihaknya masih melakukan tahap uji coba dari produk paving yang terbuat dari limbah plastik tersebut. Nantinya, tak hanya paving yang akan dibuat, melainkan kusen dan berbagai bahan bangunan lainnya. (faq/c2/fid) Editor : Safitri