BACA JUGA : Somalia Diguncang Bom Bunuh Diri Tewaskan 35 Orang
Kiai yang dipolisikan itu berinisial FM. Dia merupakan pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Ajung. Pelapornya tak lain adalah istrinya, berinisial HA. Laporan bu nyai yang dialamatkan kepada suaminya itu dilakukan karena ia menduga suaminya telah melakukan hal yang tak senonoh.
Peristiwa itu bermula ketika HA mengetahui ada santriwati berinisial SR yang sudah menjadi ustadah berupaya masuk ke kamar suaminya. Saat itu, di dalam kamar ada santriwati lain berinisial AN yang juga sudah menjadi ustadah, diduga berduaan dengan sang kiai, tengah malam.
Nah, SR yang cemburu karena kiai berduaan dengan AN akhirnya mendobrak pintu kamar di lantai dua tersebut. Insiden dugaan perselingkuhan itu terjadi pada Selasa malam. Saat itu, SR mendobrak pintu kamar karena cemburu terhadap FM yang berduaan dengan AN.
Saat terjadi pendobrakan pintu yang dilakukan SR, perempuan berinisial AN yang sedang di kamar bersama FM dikeluarkan dari pintu lain. "Di kamarnya itu ada dua pintu. Yang didobrak (SR, Red) itu dari pintu satunya, kemudian perempuan (AN, Red) itu keluar dari pintu satunya," kata HA, istri FM.
HA menjelaskan, dirinya bersama sang suami telah lama pisah kamar. Dia tidur di kamar lantai bawah, sementara suaminya tidur di lantai dua. Hal itu juga permintaan dari sang suami dalam rumah tangganya. "Itu memang permintaan suami saya dulu. Kami pisah kamar itu sudah lama sekali, sekitar dua tahun," tambahnya.
Hal itu dikuatkan dengan ponsel suaminya yang sengaja dirampas oleh HA. Menurutnya, di dalam kontak poselnya terdapat nama perempuan yang sudah diberi label sebagai istri. "Waktu itu, di Hp-nya juga ada nama kontak santriwati yang sudah diberi nama ‘Zaujati AN’. Saya akhirnya mencari santriwati ini, dan benar mereka ada hubungan," terangnya saat ditemui di Polres Jember.
Setelah ditelusuri, HA menemukan SR yang mendobrak pintu kamar suaminya dengan AN yang berduaan dengan si kiai karena motif cemburu. Keduanya juga diduga mempunyai hubungan dengan FM. "Setelah saya tanya ke ustadahnya (SR, Red), ternyata betul, kalau ada hubungannya dengan suami saya. Dan bilang, kalau ustadah yang mendobrak ini cemburu mengetahui sang kiai berduaan dengan ustadah lainnya (AN, Red)," paparnya. HA pun melaporkan kejadian itu ke Polres Jember, kemarin (5/1).
Diketahui, kedua ustadah berinisial AN dan SR masih berusia 18 tahun dan tergolong anak. "Kalau yang saya bawa ini bukan korban, tapi saksi. Dia sering dipanggil ke kamar suami saya, dan dielus-elus kepalanya. Sering dikasih uang juga," tandasnya.
Sementara itu, FM yang dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar Jember menyampaikan, pada malam kejadian itu dia memang bersama dengan ustadah sekitar pukul 23.30 malam di salah satu ruangan. Hal itu menurutnya dalam rangka evaluasi salah satu kegiatan pondok. "Insyaallah sekitar pukul 23.30, pada saat itu sedang ada kegiatan evaluasi," timpalnya saat ditemui di pondoknya.
Menurutnya, hal itu sudah biasa dilakukan di pondok tersebut. Sebab, kegiatan pondok itu baru selesai sekitar pukul 23.00 malam, lalu dilanjutkan evaluasi. Bahkan, pada waktu itu tidak ada ustadah yang mendobrak pintunya. Hanya mengetuk pintu untuk masuk ke dalam kamarnya. "Kalau dobrak ga ada. Itu hanya mengetuk, mau masuk saja, dan tempatnya bukan kamar, tapi kantor," imbuhnya.
Dia juga membantah jika dirinya dengan sang istri pisah tempat tidur. Menurutnya, pada malam kejadian, dia tidur bersama sang istri dan anaknya. "Oh enggak, malah saya waktu itu tidur bareng istri dan anak saya," urainya.
Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Pihaknya meminta kepada HA untuk membawa korban atau ustadah yang diduga mempunyai hubungan dengan suaminya. "Kami meminta dia untuk membawa para ustadah yang diduga korban," jelasnya. Kasus dugaan mesum atau perselingkuhan dua santriwati dengan sang kiai itu pun dalam penanganan kepolisian. (mun/c2/nur)
Editor : Safitri