BACA JUGA : Ini Kata Nestle Terkait Kopi Kemasan Starbucks Ditarik
Larangan pesta kembang api ini disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto, kemarin. Menurutnya, pagelaran Sahati Fest yang dilaksanakan selama 10 hari berturut-turut mulai 23 desember 2022 sampai 1 januari 2023 di Alun-Alun Jember untuk menyambut pergantian tahun.
Dikatakan, tahun baru dan HUT Jember bisa menjadi harapan baru untuk semua warga Jember. Termasuk, ratusan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang meramaikan Alun-alun. Adanya pameran UMKM ini diharapkan membuat perputaran ekonomi di Jember terus meningkat. “Dengan adanya pergerakan ekonomi ini, maka perbaikan ekonomi di Jember akan semakin nyata,” jelasnya.
Selain UMKM, juga dimeriahkan oleh berbagai wahana pasar malam yang tentunya aman untuk dinaiki. Ada lebih dari lima jenis wahana yang bisa dinaiki oleh anak-anak hingga orang dewasa. “Adanya wahana ini, semakin menambah kemeriahan menyongsong tahun baru dan HUT Jember,” ucap Bupati Hendy.
Selain itu, rencananya pada perayaan malam tahun baru akan dihadirkan perayaan yang sangat spektakuler. Akan tetapi, pada malam tahun baru nanti dipastikan tidak akan ada pesta kembang api. “Pesta kembang api tidak diizinkan oleh menteri dalam negeri,” tegas Bupati Hendy, dalam acara Sahati Fest. Larangan ini sudah tertuang dalam surat edaran Mendagri.
Dikatakan, penyelenggara Sahati Fest sejatinya telah membeli berbagai kembang api. Namun, karena ada larangan, maka kembang api yang sudah dibeli bisa dimanfaatkan untuk yang lain agar tidak sia-sia. “Untuk tahun baru kali ini tidak diizinkan,” ucapnya.
Meski tidak ada perayaan kembang api, perayaan tahun baru diharapkan tidak mengurangi esensi dari kemeriahan yang dihadirkan di Alun-Alun Jember. Selain itu, bupati mengajak masyarakat Jember untuk datang bersama keluarga. Tidak hanya meramaikan saja, bupati mengajak masyarakat untuk membawa uang membeli jajanan yang telah disediakan oleh UMKM. “Mari ramaikan alun-alun Jember,” imbaunya. (cad/nur) Editor : Safitri