Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siapkan 22 Personel Siaga Cuaca Ekstrem

Safitri • Kamis, 29 Desember 2022 | 20:06 WIB
CUACA EKSTREM: Hujan deras melanda sejumlah wilayah Jember, BPBD siapkan 22 personel untuk siap siaga bencana.
CUACA EKSTREM: Hujan deras melanda sejumlah wilayah Jember, BPBD siapkan 22 personel untuk siap siaga bencana.
SUMBERSARI, Radar Jember - Beberapa hari lagi menuju tahun baru 2023 dan diprediksi cuaca ekstrem masih ada. Memasuki musim penghujan, kesiapan untuk menanggulangi bencana banjir, tanah longsor dan sebagainya telah dipersiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

BACA JUGA : Antisipasi Cuaca Ekstrem Seluruh Indonesia, Polri Siagakan Personel SAR

Kepala BPBD Jember, Sigit Akbari menjelaskan untuk titik rawan bencana dari tahun ke tahun selalu sama yakni Gumitir, Jompo, Semboro, Sumberbaru dan sebagainya. BPBD mengadakan operasi gabungan bersama OPD terkait untuk memantau pohon-pohon yang rapuh karena cuaca ekstrem mulai melanda wilayah Jember sehingga khawatir akan terjadinya pohon tumbang.

“Operasi gabungan bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air Provinsi Jatim, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya dan sebagainya,” tuturnya.

Saat ini saja hujan dengan intensitas tinggi pun mulai terjadi sehingga rawan pohon tumbang di beberapa titik. Himbauan bagi masyarakat tetap waspada dan tidak panik jika terjadi bencana apalagi wilayah yang rawan terjadi tanah longsor dan banjir. “Yang terpenting karena musim hujan telah tiba menghimbau masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan dan tetap memantau aliran sampah dari hulu ke hilir,” ujarnya.

BPBD telah menurunkan 22 personel dan dibantu banyak relawan yang membantu untuk siap siaga bencana karena diperkirakan cuaca ekstrem akan terus berlangsung sampai dengan awal tajun 2023. Apalagi peralatan untuk menanggulangi bencana sudah disediakan jika dibutuhkan dengan cepat.

Disamping itu, bencana ini bisa diantisipasi sebelumnya seperti banjir dan tanag longsor dengan cara penghijauan lahan-lahan. Selain itu normalisasi saluran air sungai terus dipantau di tempat-tempat tertentu yang biasanya terjadi banjir.

Tak hanya itu saja mengaktifkan posko penanggulangan becana baik di Desa maupun Kecamatan terutama di lokasi yang rawan akan bencana masih dilakukan. Serta sosialisasi mengenai mitigasi bencana terus dilakukan agar masyarakat tidak panik saat terjadi bencana dan bisa mempersiapkan diri. (nan/bud) Editor : Safitri
#Jember #Banjir