BACA JUGA : Panitia Natal Siapkan Kapasitas 2.180 Kursi untuk Jemaat Misa Natal
Menurut Ardi, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Wajib Belajar 9 Tahun telah menjadi salah satu payung hukum yang semestinya hadir dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sehingga memunculkan kesadaran dan tanggung jawab bersama bahwa masyarakat harus dicerdaskan agar mereka bisa baca tulis, atau telah bersekolah minimal 9 tahun.
Tingginya angka buta huruf itu juga dinilainya menunjukkan angka partisipasi masyarakat dalam menempuh dan menamatkan jenjang pendidikan dasar hingga lanjut masih tergolong rendah. "Selain perekonomian dan kesehatan, pendidikan itu sebenarnya juga salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Kalau itu tidak terpenuhi, pasti menciptakan suatu kondisi yang tidak normal. Seperti persentase buta huruf ini," gerutu Ardi.
Meski begitu, faktor sosial budaya juga tidak bisa dikesampingkan. Ardi juga membenarkan demikian. Di masyarakat ada beberapa kearifan lokal dan budaya yang turut menghambat proses pemenuhan hak-hak masyarakat menempuh pendidikan. "Kita akui pendidikan jadi tugas bersama. Tapi, di sini letak peran pemerintah, bagaimana meyakinkan masyarakat agar mau menjangkau layanan pendidikan, dan menjalankan program wajib belajar minimal 9 tahun," jelasnya.
Di Jember ada ribuan lembaga pendidikan di berbagai satuan serta ada berbagai perguruan tinggi ternama. Baik yang dikelola swasta ataupun yang dikelola pemerintah. Tak heran Jember juga dikenal sebagai Kota Pendidikan. Ardi beranggapan, menjadi sangat ironis jika angka buta huruf Jember masih tercatat tinggi. Padahal jumlah perguruan tingginya saja terbanyak nomor tiga se-Jatim, setelah Surabaya dan Malang.
Politisi Gerindra itu menambahkan, pemerintah bisa mulai menekan angka buta aksara itu dengan beberapa cara. Misalnya, menjalankan suatu program yang bersinergi dengan pemerintah desa yang fokus untuk penyediaan layanan pendidikan atau sekolah kejar paket, bersinergi dengan organisasi atau komunitas relawan yang fokus di bidang literasi, dan upaya-upaya lain yang mendukung. "Sektor pendidikan itu menyedot APBD paling besar. Ini seharusnya kita sadari bersama, sehingga masalah-masalah seperti angka buta huruf ini dapat diurai," pungkas Ardi. (mau/c2/nur) Editor : Safitri