BACA JUGA : Setelah Gempa Magnitudo 6.2, Gempa Susulan di Jember Terjadi Hingga 8 kali
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo mengatakan, hujan deras yang terjadi sekitar pukul 15.00 itu menyebabkan luapan air di sejumlah titik. Di antaranya di Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari; Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari; Jalan Diponegoro, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates. "Banjir luapan itu disebabkan hujan deras, sehingga selokan tidak mampu menampung air yang datang," katanya.
Selain itu, hujan deras disertai angin tersebut juga menyebabkan pohon tumbang di Perumahan Argopuro Blok EA yang berada di Kecamatan Kaliwates. Pihaknya juga melakukan evakuasi ke lapangan saat kejadian. "Saat kejadian, kami melakukan penanganan pada fasilitas umum dan kepada warga serta melakukan asesmen," imbuhnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, namun sejumlah fasilitas umum, warung pedagang kaki lima, dan ruangan Kantor Bawaslu Jember sempat terendam air. Sementara, arus lalu lintas juga terganggu di tiga titik terjadinya banjir luapan tersebut. "Tidak ada korban jiwa dalam banjir luapan ini. Namun, hanya gangguan lalu lintas dan fasilitas umum," lanjutnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kepatihan, Bripka Gandi Verdianto, menambahkan, banjir luapan yang terjadi di Kelurahan Kepatihan sempat merendam kantor Bawaslu Jember. Menurutnya, air setinggi kurang lebih 50 sentimeter masuk ke dalam ruangan Kantor Bawaslu Jember. "Sementara hanya masuk ke Kantor Bawaslu airnya, tidak ada korban jiwa," timpalnya.
Hal itu juga dibenarkan oleh komisioner Bawaslu Jember, Devi Aulia Rahim. Air yang masuk ke kantor itu nyaris membuat basah sejumlah berkas penting di dalamnya. "Iya, tadi air masuk ke kantor dan hampir membasahi berkas panwascam. Tapi, beruntung kami dan beberapa anggota panwascam berhasil mengamankan berkas tersebut," pungkasnya. (mun/c2/bud) Editor : Safitri