BACA JUGA : Baru Selesai Dibangun, Jembatan Limpas Tertutup Material Gunung Semeru
Dugaan kuat, pelaku pelanggaran di sekitar ruas jalan yang disediakan fasilitas putar balik itu adalah orang yang sama. Mereka tak sadar hal itu dapat membahayakan dirinya dan pengendara yang lain. Apalagi, di jalan tersebut mereka juga melawan arus.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah pengendara yang melawan arus itu sempat berhenti tepat di fasilitas putar arah. Setelah dirasa sepi, mereka kemudian menyeberang dan melawan arus dengan melintasi pinggir jalanan setempat.
Banyaknya pengendara yang melawan arus tersebut menimbulkan kekhawatiran pengendara lain. Salah satunya Hidayatullah, warga asal Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. Pria itu mengaku waswas saat melewati daerah tersebut. “Terpaksa pelan-pelan, kadang sampai berhenti karena mereka melawan arus,” ucapnya.
Pria yang akrab dipanggil Dayat itu menyebut, pengendara sepeda motor yang menyeberang jalan kemudian melawan arus tidak hanya satu dua orang. Melainkan ada banyak pengendara. Mereka berjamaah melakukan pelanggaran lalu lintas. Hal itu bisa jadi telah membudaya, meski membahayakan orang lain.
“Sudah sejak lama di situ dijadikan tempat melawan arus. Mereka yang menyeberang kemudian melawan arus. Sering tidak melihat-melihat, langsung menyeberang begitu saja,” tuturnya.
Dayat berharap pengendara motor yang melanggar peraturan lalu lintas itu ditindak tegas. Sebab, mereka yang melawan arus diduga kuat melakukannya setiap hari. “Perilaku ini membahayakan keselamatan pengendara lainnya,” pungkasnya. (ben/c2/nur) Editor : Safitri