BACA JUGA : Orang Asing yang Coba Ganggu KTT G20 Akan Ditindak Tegas
Di usianya yang saat ini masih 37 tahun, Yuke mulai tertantang untuk bersepeda ke luar pulau bahkan sampai Nusa Tenggara Barat. Karena kecintaannya terhadap bersepeda, sampai-sampai untuk menempuh jarak yang begitu jauh tidak ada rasa bosan dan lelah. Kala itu berawal dari diadakannya event Bentang Jawa, yang para pesertanya bisa menempuh perjalanan lebih dari 300 kilometer. Ia pun tidak bisa mengikuti event tersebut karena sesuatu hal. Di situlah ia tebersit untuk mengasah kemampuannya agar bisa menempuh perjalanan yang sangat jauh.
Selama ini, ia belum pernah menempuh perjalanan yang sangat jauh meskipun sering kali mengayuh sepeda untuk bepergian. Akhirnya, ia memutuskan untuk melakukan perjalanan jauh ke Sirkuit Internasional Mandalika yang terletak di Nusa Tenggara Barat. Bermodalkan niat dan dukungan dari istri serta anak-anaknya, ia pun berangkat ke Mandalika. Berangkat dari rumahnya yang berada di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, pukul 05.00. Selanjutnya, dia melanjutkan perjalanan untuk sampai di Bali terlebih dahulu dan tiba sekitar pukul 20.00. “Perjalanan pun terhenti karena harus menepi beberapa menit atau jam sekali untuk beristirahat,” ujarnya.
Sebelumnya, ia tidak pernah tahu bagaimana medan yang ditempuh selama di perjalanan. Bermodalkan keinginan yang kuat, ia pun bisa melewati medan yang berlika-liku tersebut. “Memang saya pernah ke Bali, namun menggunakan kendaraan umum ataupun pribadi. Tetapi, tidak tahu detail medannya,” katanya.
Ia melanjutkan perjalanan ke Denpasar untuk mengunjungi rumah saudaranya, sekaligus beristirahat sejenak. Meskipun ia ingin cepat sampai ke Mandalika, namun tak lupa ia bersilaturahmi agar tidak memutuskan tali persaudaraan. “Saya pun menyempatkan mengunjungi rumah saudara karena sudah lama tidak berkunjung,” tuturnya.
Selepas dari Denpasar, Yuke langsung melanjutkan perjalanan ke Sirkuit Internasional Mandalika. Tak peduli hujan, panas, ataupun medan yang sulit, ia tetap ingin sampai ke tempat tersebut. Perjalanan dari Jember ke Mandalika sekitar tiga hari dan menempuh jarak 330 kilometer. “Ini merupakan pengalaman pertama saya menempuh perjalan lebih dari 300 kilometer dengan mengayuh sepeda,” bebernya.
Hal yang dirasakan selama di perjalanan adalah lebih banyak senang dan suka daripada dukanya. Sebab, ia bisa melihat pemandangan sekitar dengan detail. Yuke pun langsung mengabadikan momen selama di perjalanan. Terlepas dari itu, Yuke ternyata tidak membawa persiapan yang lebih untuk bersepeda dengan jarak jauh. “Saya pun bermodalkan niat dan tidak membawa peralatan sepeda. Untungnya saya bisa sampai di tujuan,” tegasnya.
Selama di perjalanan pasti banyak bertemu dengan orang-orang baru. Baginya hal itu menjadi momen penting karena bisa mengenal karakter orang-orang yang baru ditemui. Bertemu dengan orang baru bukanlah suatu hal yang biasa. Namun, bisa menjalin tali silaturahmi untuk ke depannya. “Setiap perjalanan selalu saya syukuri dan nikmati, karena semua ini bisa menjadi sejarah untuk masa depan,” paparnya.
Setelah lama mengabadikan momen di Sirkuit Mandalika, ia pun kembali ke Jember untuk bertemu dengan keluarga kecilnya. Total perjalanan selama pulang dan pergi ialah lima hari dan ditempuh dengan jarak 545 Kilometer. Hobinya bersepeda terpuaskan dengan perjalanan jauh tersebut. “Setelah ini saya tertantang lagi untuk menempuh perjalanan jauh selanjutnya. Namun, atas izin dari keluarga saya,” jelasnya.
Baginya, izin dari keluarga merupakan satu-satunya kunci agar perjalanan bisa selamat dan tanpa rasa khawatir. Terlebih lagi jika dalam setiap perjalanan bisa menikmati keindahan alam. Tidak ada rasa bosan dalam setiap perjalanan yang ditempuh, karena pada dasarnya dia memang sangat mencintai bersepeda. “Dari sini saya mengambil hikmah selama perjalanan lima hari. Tidak hanya bisa bersepeda jarak jauh. Namun, bertemu orang baru dan bersilaturahmi merupakan pengalaman terbaik saya,” pungkasnya. (c2/nur) Editor : Safitri