BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi TKD Klatakan, Diperiksa Inspektorat Tidak Masalah
Bahkan pihak Muspika Silo sudah melakukan pengecekan langsung di titik retakan. Retakan tersebut mendapat respons langsung dari pihak Bina Marga Jatim. Tak lama kemudian, langsung ditutup dengan aspal. “Setelah ditutup dengan aspal, tapi sekarang ada retakan lagi. Tepatnya di KM 39,” ujar AKP Tanto, Kapolsek Silo.
Lebih lanjut, menurut Tanto, kini retakan itu cukup melebar. Tutupan aspal sebelumnya seperti tak kuat menahan beban kendaraan yang melintas, maupun ada faktor lainnya. “Seharusnya sebelum retakan itu ditutup dengan aspal, bagian sela-sela jalan yang sudah retak itu ditutup lebih dulu. Bukan hanya bagian luarnya saja yang di tutup. Eman-eman aspalnya. Makanya diperbaiki yang benar, bukan hanya ditambal saja,” kata mantan kapolsek Tempurejo itu.
Terlebih, retakan di KM 39 itu berada pada jalan menikung dan posisi retakan tepat di pinggir bahu jalan. Sebab, kendaraan yang melintas di Jalur Gumitir tak hanya roda empat maupun roda dua. Tetapi, juga truk dengan muatan besar. “Kalau hanya ditutup aspal seperti ini kan percuma,” lanjutnya.
Menurut Tanto, jika hanya ditutup aspal sementara, lebih baik dipasang rambu-rambu imbauan. Terutama bagi kendaraan besar dari arah Banyuwangi. “Karena retakan itu yang parah berada di sisi kiri jalan yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi. Kalau misal ditutup rambu, para sopir akan merasa aman,” ujarnya.
Tanto menambahkan, bila sudah diperbaiki, harus ada perawatan dengan. “Kalau sudah seperti ini, jalan ditutup, tetapi kini muncul lagi retakan,” jelas Tanto. (jum/c2/bud) Editor : Safitri