Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harga Beras Tetap Stabil

Maulana Ijal • Selasa, 8 November 2022 - 19:00 WIB
MENUNJUK: Ahmad, selaku Kepala Kantor Cabang (KC) Bulog Jember, sedang menginformasikan bahwa harga beras masih stabil, kemarin (4/11). BPS memproyeksikan potensi produksi padi di Jember akan mengalami penurunan.
MENUNJUK: Ahmad, selaku Kepala Kantor Cabang (KC) Bulog Jember, sedang menginformasikan bahwa harga beras masih stabil, kemarin (4/11). BPS memproyeksikan potensi produksi padi di Jember akan mengalami penurunan.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Jember memproyeksikan hasil pertanian padi akan mengalami penurunan pada tahun ini 2022. Ditambah lagi ada kenaikan biaya transportasi, sebagai dampak naiknya harga BBM.  Meski demikian, harga beras saat ini tetap stabil.

https://radarjember.jawapos.com/berita-lumajang/08/11/2022/musim-hujan-jadi-faktor-utama-banjir-orderan-petani-hidroponik/

Potensi yang diproyeksikan BPS, untuk luas panen tanaman padi pada tahun ini mencapai 119.808 hektare. Jumlah tersebut lebih tinggi daripada luas panen padi tahun 2021, yaitu 124.027 hektare. Sementara, dalam produksi tanaman padi antara tahun ini dengan tahun 2021 masih selisih sedikit (selengkapnya lihat grafis, Red).

Kaprodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember Fefi Nurdiana menjelaskan, salah satu faktor penyebab menurunnya produksi padi di wilayah Jember adalah iklim yang mengalami perubahan. Budi daya tanaman padi mempunyai ketergantungan terhadap unsur iklim, yaitu curah hujan dan temperatur. “Petani akan menyesuaikan iklim ketika memulai musim tanam, pergeseran waktu tanam dan waktu panen. Penurunan luas tanam dan panen akan mengakibatkan penurunan produksi padi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang (KC) Bulog Jember Ahmad Mustari mengatakan, meskipun biaya transportasi mengalami kenaikan akibat naiknya harga BBM yang masih tinggi, namun ketersediaan beras sampai akhir tahun dipastikan cukup. Walau ada tren penurunan produksi padi.

Ahmad pun menambahkan, beras yang dijual di pasaran ada yang beras medium maupun premium. Harga beras medium juga masih di bawah harga eceran tertinggi (HET), yakni sekitar Rp 8.600 per kilogram sampai Rp 9.000 per kilogram. Untuk beras premium juga tidak ada kenaikan, yakni sekitar tetap Rp 10 ribu per kilogram sampai Rp 11.500 per kilogram. “Selama ini masyarakat wilayah Jember juga tidak ada komplain mengenai beras,” terangnya.

Bila ada gejolak harga, kata dia, Bulog selalu mengadakan operasi pasar agar bisa menstabilkan harga beras. “Meskipun produksi padi menurun, kami berusaha harga beras akan selalu stabil,” paparnya.

Jurnalis: mg1
Fotografer: DWI AYU WULANDARI/RADAR JEMBER
Editor: Dwi Siswanto Editor : Maulana Ijal
#Ketahanan Pangan #BPS #Pertanian