Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pertegas Jam Berjualan di Pasar Sore Pasar Tanjung

Maulana Ijal • Senin, 7 November 2022 | 19:10 WIB
PADAT: Kendaraan bermotor saat melewati Pasar Tanjung yang dipenuhi pedagang di bahu jalan, kemarin (6/11) sekitar pukul 14.00. Sayangnya, peraturan jam pedagang saat ini tidak ditaati lagi.
PADAT: Kendaraan bermotor saat melewati Pasar Tanjung yang dipenuhi pedagang di bahu jalan, kemarin (6/11) sekitar pukul 14.00. Sayangnya, peraturan jam pedagang saat ini tidak ditaati lagi.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasar Tanjung menjadi salah satu pusat ekonomi di Jember. Sebagai pasar induk, pasar tersebut juga ada pedagang pasar sore yang berjualan di bahu jalan. Sayangnya, peraturan jam berjualan tidak dijalankan dengan seksama. Tak ayal, sebelum sore hari tiba terjadi kemacetan. Sebab, pedagang telah membuka lapak pada siang hari.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jember Bambang Saputro menjelaskan, sebenarnya sudah ada pemberlakuan jam berdagang, terutama di sekitar Pasar Tanjung. Jadi, para pedagang tidak seharian berjualan di bahu jalan. “Ada pasar sore di Jalan Samanhudi dan Jalan dr Wahidin. Bukanya mulai pukul 4 sore sampai pukul 6 pagi. Kalau di sekitar Pasar Tanjung lainnya, juga yang berjualan kalau malam hari, dan pukul 6 pagi sudah bersih kembali jalannya,” ujarnya.

Menurutnya, ada tim tersendiri untuk terus memantau kegiatan di pasar. Mulai dari hiruk-pikuk di pasar sampai kualitas barang yang dijual. Jika nantinya ditemui pedagang pasar yang nakal dengan berjualan melebihi batas jam, maka akan diberi peringatan dan teguran.

Dampak yang terjadi ketika para pedagang nakal melebihi batas waktu, akan terjadi kemacetan jalan dan membuat kotor di sekitar Pasar Tanjung. Terkait apakah ada rencana pembuatan lapak khusus di pasar sore agar tidak menimbulkan kemacetan, Bambang menjelaskan, sementara ini tidak ada. “Jika diperlukan membuat tempat khusus, maka akan segera dibuatkan,” paparnya.

Bambang mengklaim, para pedagang yang berjualan di bahu jalan dekat Pasar Tanjung itu masih tertib dan sesuai aturan jam berdagang yang sudah ditentukan. Padahal, menurut pantauan Jawa Pos Radar Jember, sekitar pukul 14.00 kemarin (6/11), sudah ada pedagang yang membuka lapaknya di bahu jalan.

Terpisah, Aurel Alan, warga Jember, sebagai pengguna jalan merasa terganggu karena adanya pedagang pasar di bahu jalan. Namun, semua itu merupakan kewenangan pemerintah dalam menangani pedagang pasar tersebut karena sudah berjalan beberapa cukup lama.

Di samping itu, adanya kendaraan yang melintas hingga macet membuat polusi udara meningkat. Sehingga para pedagang yang berjualan terkena efek polusi udara. “Selain itu, dagangan yang dijual pun juga menjadi tidak higienis, karena dekat dengan pengguna jalan. Ini juga perlu perhatian khusus bagi pemerintah untuk menjaga ketertiban jalan,” tuturnya.

Harapannya, ada penertiban pedagang yang berjualan di bahu jalan dekat Pasar Tanjung. “Jam berdagang juga harus tertib. Selain itu, diharapkan tidak terus bertambah jumlah pedagangnya,” pungkasnya.

Jurnalis: mg1
Fotografer: DWI AYU WULANDARI/RADAR JEMBER
Editor: Dwi Siswanto Editor : Maulana Ijal
#Pasar #Pasar Tradisional