Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kejaksaan Telusuri Dugaan Korupsi Dana Pembinaan Cabor di KONI Jember

Maulana Ijal • Sabtu, 5 November 2022 | 02:18 WIB
USUT TUNTAS: Suasana kantor Kejari Jember di Jalan Karimata, Sumbersari. Di tempat ini, sejumlah cabor dipanggil terkait dugaan penyelewengan anggaran pembinaan olahraga, Jumat (4/11).
USUT TUNTAS: Suasana kantor Kejari Jember di Jalan Karimata, Sumbersari. Di tempat ini, sejumlah cabor dipanggil terkait dugaan penyelewengan anggaran pembinaan olahraga, Jumat (4/11).
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember pada perhelatan Porprov 2022 meninggalkan onak. Duit yang dikucurkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember senilai Rp 3 miliar itu, ditengarai bermasalah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember tengah mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk mendalami dugaan rasuah dana hibah tersebut.

Sebanyak empat pengurus cabang olahraga (cabor) dipanggil ke Kejari Jember untuk dimintai keterangan, Jumat (4/11). Namun, hanya satu cabor yang memenuhi panggilan tersebut. Informasinya, KONI Jember kebagian jatah 37 persen dari total dana hibah Rp 3 miliar itu. Selebihnya, anggaran dibagikan kepada sekitar 36 cabor yang mengikuti Porprov Jatim pada 25 Juni hingga 3 Juli 2022.

BACA JUGA: Ramaikan JSG, KONI Jember Dorong Semua Cabor Manfaatkan Fasilitas

Dugaan ini bermula saat beredarnya surat panggilan resmi dari Kejari Jember kepada sejumlah pengurus cabor yang berada di bawah naungan KONI Jember. Di dalamnya, berisi petunjuk agar pengurus cabor-cabor itu menyerahkan dokumen proposal pengajuan anggaran maupun surat pertanggung jawaban (SPJ).

Kepala Seksi Intel Kejari Jember Soemarno membenarkan tentang adanya surat panggilan yang ditujukan untuk cabor-cabor dibawah naungan KONI Jember. Hal ini sebagai tindak lanjut dari adanya laporan dugaan korupsi tentang anggaran pembinaan olahraga. "Iya, benar. Memang ada itu. Masih tahap pulbaket," katanya kepada awak media.



Sejauh ini, pihaknya telah memanggil empat cabor ke kantor Kejari Jember. Hingga jam kerja selesai, hanya satu cabor yang memenuhi panggilan, yakni cabor tenis lapangan. Sementara, tiga cabor lainnya belum diketahui alasan mangkir dari panggilan tersebut. "Silakan tanya ke cabornya, kenapa tidak datang," ujarnya.

Hanya saja, Soemarno enggan menyebut nama-nama cabor yang tidak hadir. Sebab, level kasus itu masih tahap pulbaket yang bersifat rahasia. "Tidak usah. Ini masih wilayah intel, jadi sifatnya rahasia," tandasnya.

Merespons hal itu, Ketua KONI Jember Sutikno menuturkan, pemanggilan sejumlah cabor itu hanya permintaan keterangan biasa. Yakni data-data cabor yang berada di bawah naungan KONI Jember. Bahkan, kata dia, agenda itu tidak ada kaitannya dengan dugaan korupsi. "Hanya dimintai keterangan data-data cabor," sanggahnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Terpisah, Ketua Pelti Jember Soetriono, membenarkan dirinya memenuhi panggilan oleh Kejari Jember. Namun, ketua cabor tenis lapangan ini enggan membeberkan hasil dari pemanggilan tersebut. "Masih rahasia," tandasnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma'mun

Foto      : Ahmad Ma'mun

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Headline #Dugaan Korupsi #KONI Jember