BACA JUGA : Semangat Untuk Tetap Jadi yang Terbaik, Bank Jatim Angkat Tema Go Better
Wujud bank sampah yang dikelolanya yaitu sampah anorganik. Bank sampah yang dikelola oleh perempuan yang akrab disapa Evy itu beranggotakan ibu-ibu rumah tangga. Namun, juga melibatkan anak-anak. “Bukan hanya ibu-ibu, namun saya juga melibatkan anak-anak dalam hal ini,” ungkap Evyanti.
Meski respons masyarakat sekitar sangat baik, tapi tetap saja kesulitan yang dialaminya tidak main-main. Seperti contohnya susah untuk mengajak mereka berlatih bersama mengolah kerajinan dari sampah.
Pelatihan limbah anorganik yang pernah dijalani yaitu memanfaatkan botol atau kaleng bekas untuk lampion, bunga kering hias dari kresek bekas, juga pembuatan tas dari bungkus kopi. Menurutnya, meski kegiatan yang dilakukan menghasilkan barang jadi dengan disertai nilai jual, tetap saja ini hanya pemanfaatan sampah anorganik.
“Perlu digarisbawahi bahwa bank sampah yang dikelola hanya sebatas edukasi, meski sampah yang dikelola sebenarnya laku. Jadi, kami membuat sesuai pesanan. Bila ada pesanan, baru dibuat,” beber Evy. (mg3/c2/bud) Editor : Safitri