Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sempat Gagal, Wisata Bahari Mayangan Kembali Dibangun

Safitri • Senin, 31 Oktober 2022 | 19:37 WIB
DISKUSI: Anggota pokdarwis bersama Kelompok Riset Unej melakukan tanya jawab. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dan masyarakat kembali bersemangat mengembangkan potensi Wisata Bahari Mayangan.
DISKUSI: Anggota pokdarwis bersama Kelompok Riset Unej melakukan tanya jawab. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dan masyarakat kembali bersemangat mengembangkan potensi Wisata Bahari Mayangan.
MAYANGAN, Radar Jember - Potensi wisata bahari yang terletak di muara Kali Getem, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, akan dikelola kembali. Sebelumnya, kawasan tersebut tengah dibangun wisata, namun ada kesalahpahaman yang membuat kelompok sadar wisata (pokdarwis) merasa patah semangat. Sehingga pembangunan akses wisata tak dilanjutkan.

BACA JUGA : Bibir Jalan Desa Jambesari Longsor

Kelompok riset Institute for Maritim Studies (Imas) Universitas Jember (Unej) melakukan penelitian dan pengabdian yang diberi nama Wisata Bahari Mayangan, di Balai Desa Mayangan, Sabtu (29/10).

Dalam kegiatan tersebut tim Imas Unej melakukan tanya jawab dengan pokdarwis mengenai apa yang menjadi hambatan. Kemudian, memberikan solusi, terutama mengenai penetapan konservasi. Saat melakukan audiensi, Kusnadi selaku Ketua Pengabdian Wisata Bahari Mayangan, menjelaskan kepada masyarakat tiga dimensi konservasi. Yaitu kelestarian lingkungan, edukasi atau penelitian, dan ekonomi masyarakat sekitar. "Membangun wisata bertujuan membangkitkan ekonomi," jelasnya.

Kusnadi mengungkapkan bahwa sebenarnya masyarakat memiliki keinginan yang kuat untuk menjadikan kawasan muara Kali Getem sebagai destinasi wisata bahari. "Sehingga diskusi ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola, supaya tidak lagi patah semangat," tuturnya.

Kemudian, menurut Kusnadi, dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 disebutkan bahwa pengelolaan wilayah pesisir dan pulau kecil masih terdapat hak masyarakat. Namun, modelnya harus bersifat kolaboratif. Lebih lanjut, dalam waktu dekat menuju ke strategi pengelolaan wisata. "Kegiatan yang dilakukan yaitu rehabilitasi lingkungan dengan menanam mangrove dan pembersihan pesisir pantai karena sampah," ujar Kusnadi.

Selain itu. Kusnadi juga menjelaskan perlu memaksimalkan potensi pemandangan dari Nusa Barong. "Nusa Barong memiliki nilai sejarah sosial di kawasan ujung timur Jawa. Hal itu yang dioptimalkan," tuturnya.

Tim Imas yang merupakan akademisi dari kesehatan, sosial, teknologi informatika, dan budaya melihat potensi di Desa Mayangan yang bagus untuk dijadikan wisata. Didin Erma Indahyani selaku koordinator kelompok riset menjelaskan bahwa tujuan mereka menginisiasi masyarakat supaya wisata kembali bangkit. "Jika wisata bagus, kesejahteraan masyarakat akan terangkat," katanya.

Sementara itu, Soleman selaku Pembina Pokdarwis Mayangan, merasa terbantu dengan adanya pelatihan sehingga anggotanya bersemangat kembali. "Semoga apa yang kita dapat berdampak pada ekonomi masyarakat," pungkasnya. (fik/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Jember #Wisata