BACA JUGA : Tak Ada Kejelasan Liga 3 Zona Jatim Dilangsungkan
Warga yang diduga terdampak itu hanya berada di samping SPBU. Untuk warga yang berada di belakang maupun kiri SPBU tak merasakan ada perubahan pada air sumurnya. Keluhan yang diadukan yakni adanya bau pada air sumur.
Pengawas SPBU Kalisat Anwar Nuris mengatakan, yang terdampak tidaklah secara total. Keluhannya pun beragam, ada yang airnya bau dan didiamkan lama akan jadi menguning serta ada endapan. Ada juga yang tidak berbau tapi menguning. Ada juga yang berbau, tapi tidak menguning. “Jadi, bermacam-macam keluhannya,” jelasnya.
Beberapa hari lalu, pihak Pertamina telah melakukan sampling di beberapa titik yang diduga terdapat cemaran dari SPBU. Saat ini, menurutnya, pihak Pertamina masih menunggu hasilnya. “Kami sedang menunggu hasil,” ujarnya.
Anwar mengatakan, kemungkinan jika terjadi cemaran seharusnya yang berjarak maksimal 100 meter dari SPBU. Lebih dari itu, biasanya tidak akan bisa. “Secara ilmu dari kami begitu,” ucapnya.
Di sisi lain, UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jember, kemarin (24/10), juga ikut andil dalam melakukan uji sampel air sumur yang diduga tercemar. “Jadi nanti, selain ada penelitian dari kami, pihak Pertamina, juga ada dari labkesda yang meneliti apakah benar tercemar atau tidak,” bebernya. (mg3/c2/bud) Editor : Safitri