BACA JUGA : Respons Gagal Ginjal Akut Dinkes Surabaya Keluarkan Surat Edaran
Komisi D mendapatkan fakta bahwa performa ketiga RSD itu tidak sebanding dengan pembelanjaan yang sudah dikucurkan. "Kita setujui permintaan anggaran penambahan alat sampai Rp 38 miliar. Janjinya PAD (pendapatan asli daerah) meningkat, tapi ternyata tidak," gerutu Ardi Pujo Prabowo, anggota Komisi D.
Diketahui, dalam catatan yang diterima Komisi D, terlihat target PAD sebesar Rp 37 miliar dan baru tercapai Rp 26 miliar. Menurut Ardi, performa direksi tidak memenuhi ekspektasi karena antara capaian dengan besaran pembelanjaan dirasa sangat jomplang. "Kinerja direksi RSD pada tahun ini akan menjadi pertimbangan bagi Komisi D untuk mengevaluasi rencana kerja tahun 2023," sergah legislator Gerindra itu.
Rapat RKA yang dipimpin Sekretaris Komisi D Edi Cahyo Purnomo saat itu juga dihadiri Plt Direktur RSD dr Soebandi Hendro Soelistijono, Direktur RSD Balung Tri Wiranto, dan Plt Direktur RSD Kalisat Samsul Huda. Hingga berjalan sekitar pukul 20.03, anggota Komisi D terlihat masih mempelajari dokumen RKA ketiga rumah sakit pelat merah milik Pemkab Jember tersebut.
Pembahasan RKA dijadwalkan akan berlanjut hari ini, Senin (24/10). Kendati Komisi D saat itu menggelarnya secara terbuka, namun beberapa komisi di DPRD ada yang melangsungkannya secara tertutup. (mau/c2/bud) Editor : Safitri