BACA JUGA : Ciptakan Lingkungan Aman, Perkuat Desa Layak Anak di Jember
Insiden itu dialami ZW, mahasiswa UIN KHAS semester akhir. Dikatakan, akhir Agustus lalu, insiden tak senonoh itu dia alami. Perempuan itu mengaku, sebelumnya sudah mendengar kabar dari mulut ke mulut. Namun, hal yang tak pernah terpikirkan itu justru dialaminya.
ZW menyebut, setelah mendengar kabar adanya pelaku ekshibisionisme, dirinya yang biasa berolahraga rutin setelah Subuh hingga pagi hari, terpaksa menunda lebih siang. Siapa yang menyangka, setelah dirinya berolahraga, justru mengalami apa yang tidak diinginkan. “Saya jogging lebih siang, sekitar pukul 07.00. Di jam itu kan mulai banyak warga melakukan aktivitas,” ungkapnya.
Perempuan berkerudung itu mengaku, biasanya dia berolahraga seorang sendiri. Saat insiden terjadi, dia mengajak dua temannya yang juga satu kampus. Dipikirnya, jika bersama-sama, maka pelaku tidak akan berani melancarkan aksinya.
Pada akhir Agustus itu pun menjadi tragedi bersejarah bagi dirinya dan dua temannya. Tepat di depan sebuah kafe, dekat kampusnya, pelaku ekshibisionisme melancarkan aksinya. “Pada saat istirahat di depan kafe itu kami dipandangi pria,” ujarnya.
ZW dan dua temannya tak mengira, pria yang datang dari arah berlawanan dengan menaiki sepeda motor tersebut putar balik dan mendekati ketiga korban. “Awalnya kami tidak tahu kalau dia menunjukkan alat vital. Baru tahu setelah dia putar balik dan mendekati kami. Kami ketakutan dan terpaksa minggir ke rumput pinggir jalan,” tuturnya.
Ketiga korban saat itu hanya bisa berdiam diri. Ketiganya berusaha menghindari pelaku ekshibisionisme ke pinggir jalan. Setelah beberapa saat menunjukkan alat vitalnya, pelaku meninggalkan ketiga korban. “Kami bertiga hanya diam,” ulasnya. Insiden sekitar pukul 07.00 akhir Agustus tersebut ternyata juga dialami dua orang lainnya. Saat insiden, ZW sempat mendengar teriakan perempuan, sehingga pelaku kabur.
Saat insiden terjadi, kondisinya ramai warga. Bahkan, beberapa orang juga mendengar teriakan korban lain. Sayangnya, tidak ada orang yang menangkap pelaku. Warga hanya sebatas menengok ke arah perempuan yang sedang ketakutan tersebut. “Sangat menyayangkan karena warga sekitar atau pengendara yang lewat hanya melihat. Warga diam saja dan tidak mengejar pelaku,” jelasnya.
ZW berharap insiden ekshibisionisme tidak terulang lagi. Perempuan itu mengaku, perilaku tak senonoh tersebut masih belum hilang dalam ingatannya. Ada rasa takut dan trauma saat dirinya melintas di jalan setempat.
Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, pria yang melakukan ekshibisionisme di sekitar kampus UIN KHAS itu memiliki kemiripan ciri-ciri dengan pelaku yang beraksi di sekitar kampus Unej. Yakni mengendarai sepeda motor bebek. Namun demikian, bisa jadi pelakunya berbeda. (mg2/c2/nur)
Editor : Safitri