https://radarjember.jawapos.com/berita-jember/16/10/2022/gorengnya-jangan-terlalu-matang/
Mogetot Tedjo Kusumo, pemiliki Resto Gubug Apung, berhasil mengemas sebuah cafe and resto dengan nuansa alam. Dirinya merancang restoran dengan gaya mengapung pada setiap tempat duduk pengunjung. Tak hanya itu, para pembeli akan dimanjakan dengan berbagai ikan hias yang memenuhi setiap kolam di bawah kolong gubuk. “saya terinspirasi dari cafe terapung di luar kota,” jelasnya.
Untuk tempat duduk, restoran tersebut sengaja menyeting seperti gubug yang mengapung. Seluruh ruangan hanya ada jalan setapak untuk jalan lewat pengunjung dan pelayan cafe. Sisanya, dipenuhi dengan kolam ikan yang manambah nilai keindahan. “Cafe ini juga ramah anak untuk dapat bermain bersma ikan-ikan,” ujarnya.
Selain menyediakan pemandangan yang memanjakan mata, cafe ini juga mempunyai menu andalan yang cukup disukai pengunjung. Namanya geprek apung. Jika pada umumnya menu yang digeprek berbahan dasar ayam atau bebek, namun di restoran tersebut menyediakan menu geprek berbahan dasar telur asin. “Memang kami bikin yang menarik,” ulas Kusumo.
Selain itu, untuk harga geprek apung lumayan ramah di kantong. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 18 Ribu pengunjung sudah mendapatkan satu porsi geprek apung, nasi, dan minuman dingin. “Kami sengaja mematok harga desa,” tambahnya.
Geprek apung ini menjadi favorit pelanggan karena rasanya yang enak dengan harga merakyat. Dalam porsi geprek apung juga ditambah tahu krispi dengan sayur dan sambal tomat mentah sebagai pelengkap.
Rasa dari geprek apung cukup menarik. Paduan rasa antara manis dengan asin membuat geprek apung nyaman di lidah. Rasa telur asin memiliki rasa yang khas dan lebih dominan daripada lapisan potongan ayam. Hal ini membuat menu geprek apung berbeda dari sajian telur asin pada umumnya.
Jurnalis: mg5
Fotografer: FAQIH HUMAINI/RADAR JEMBER
Editor:Mega Silvia, Nur Hariri Editor : Maulana Ijal