Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

RTH Mangli Terkesan Salah Konsep

Safitri • Selasa, 11 Oktober 2022 | 17:29 WIB
BELUM LAYAK: Suasana ruang terbuka hijau (RTH) yang berada di Kecamatan Mangli. Menurut akademisi, beberapa RTH di Jember belum cukup layak.
BELUM LAYAK: Suasana ruang terbuka hijau (RTH) yang berada di Kecamatan Mangli. Menurut akademisi, beberapa RTH di Jember belum cukup layak.
MANGLI, Radar Jember - Di Jember, ruang terbuka hijau (RTH) bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat. Sebab, hampir dapat dijumpai di setiap kecamatan. Hal ini menunjukkan bahwa pemkab sadar akan pentingnya keberadaan RTH sebagai salah satu faktor kelayakan suatu wilayah.

BACA JUGA : Ratusan Pegawai Non-ASN Jember “Selundupan”, BKN: 948 Data Tak Sesuai

Ruang terbuka hijau tentu identik dengan banyaknya tanaman yang tumbuh di area tersebut, baik pepohonan ataupun tumbuhan-tumbuhan kecil yang sedari awal untuk fungsi ekologi. Akan tetapi, hal tersebut tidak tampak pada sejumlah RTH yang ada di Jember, salah satunya di Kecamatan Mangli.

Menurut Akademisi Perencanaan Wilayah Kota (PWK) Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jember (Unej), Nunung Nuring Hayati, upaya Pemkab Jember untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat memang patut diapresiasi. Akan tetapi, ruang terbuka hijau di Jember sama sekali tak hijau. “Jangankan RTH, disebut taman saja tidak pantas,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah pepohonan hanya bisa dihitung jari, tumbuhan-tumbuhan kecil tidak terawat, serta adanya infrastruktur yang justru menjadi point of interest dari RTH. Hal ini membuat RTH yang berada di Jember seakan krisis identitas dan salah konsep. Fungsi sekunder dari ruang terbuka hijau justru menjadi hal yang paling menonjol. Padahal, fungsi primernya saja masih belum tercapai sedari awal.

Nunung mencontohkan RTH yang berlokasi di Mangli. RTH tersebut sangat jauh dari standar ruang terbuka hijau yang seharusnya dibangun demi kepentingan ekologi wilayah. Walau banyak ditumbuhi rerumputan dan tidak begitu gersang, tetapi jumlah pohon yang berada di RTH Mangli sangatlah minim.

Pohon-pohon yang ditanam juga merupakan pepohonan kecil, yang tentu saja membuat RTH Mangli tak sanggup menjalankan fungsi ekologinya dengan baik. “Lokasi tersebut belum pantas untuk disebut ruang terbuka hijau,” imbuhnya.

Dibandingkan ruang terbuka hijau, lokasi tersebut lebih layak disebut lapangan. Sedari awal pembangunannya, RTH Mangli memang tak pernah mendapat perhatian lebih dari Pemkab Jember. Hal ini berbanding terbalik dengan RTH Balung yang sempat menjadi primadona di masyarakat dan ramai dikunjungi pada masa awal RTH tersebut berdiri. (mg6/c2/bud) Editor : Safitri
#Jember