BACA JUGA : Kuota Perempuan Belum Tercapai, Bawaslu Jatim: Tak Ada Perpanjangan Lagi
Rupanya, di tempat ini tidak hanya ada seorang mahasiswi itu yang berkegiatan menggunakan sepeda. Melainkan ada banyak mahasiswa dan mahasiswi lainnya yang berlalu lalang dengan menggunakan sepeda. Sepeda itu berwarna hijau stabilo disertai logo Unej di bagian rangka sepeda.
Dalam pandangan mata, sepeda itu juga lengkap dengan perlengkapan tambahan. Di bagian depan terdapat sebuah ranjang berwarna hitam. Sedangkan dudukan besi ada di bagian belakangnya. Sepeda itu banyak berlalu lalang di dalam area kampus Unej. Sehingga tidak kesulitan jika kita akan mencarinya.
Ternyata, sepeda itu bukan hadiah yang didapatkan para mahasiswa ketika berhasil menjawab pertanyaan dari Presiden Jokowi. Bukan juga milik pribadi mahasiswa yang kemudian dimodifikasi warna dan diberi logo agar serupa. Melainkan sepeda yang disewakan kepada mahasiswa Unej.
Pengelola pelayanan sepeda Fakultas Pertanian (Faperta) Unej Suraji mengungkapkan bahwa awal mula adanya persewaan sepeda tersebut hanya ditujukan kepada mahasiswa dari Faperta Unej. Terutama untuk mempermudah mobilitas mahasiswa selama di kampus. Baik ketika ingin berkegiatan ke perpustakaan, maupun ke tempat lainnya yang dapat mengurangi aktivitas penggunaan kendaraan bermotor.
“Dulu hanya untuk mahasiswa Faperta, tapi sekarang terbuka untuk mahasiswa Unej fakultas mana pun. Apalagi mendapat respons yang bagus dari berbagai pihak. Sehingga persewaan sepeda ini tidak pernah sepi setiap harinya,” ungkapnya.
Menyewa sepeda yang ada di Faperta tersebut pun cukup mudah. Hanya perlu mengisi data diri, menaruh jaminan kartu identitas, baik berupa KTP maupun KTM. Serta membayar uang sebesar Rp 2 ribu, yang nantinya juga digunakan oleh pengelola untuk biaya pemeliharaan sepeda. Dengan hal tersebut, mahasiswa Unej sudah dapat menggunakan sepeda dalam waktu maksimal tiga jam dalam sekali menyewa.
Sepeda yang disewakan kepada mahasiswa dengan berjumlah 30 unit. Bahkan, sudah memiliki langganan tetap setiap harinya. Sebab, kehadiran sepeda tersebut dirasa benar-benar mempermudah mahasiswa dalam mobilitasnya di kampus. Sehingga tidak jarang juga para mahasiswa harus berebut dan menunggu hingga tersedia kembali sepeda yang dapat disewa.
Terutama bagi mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Bahkan, ada mahasiswa yang menyewa sepeda dan mengembalikannya di luar waktu penyewaan. “Pernah ada beberapa mahasiswa yang mengembalikan sepedanya lebih dari waktu yang ditentukan. Katanya dia bawa pulang ke kos, membeli makan, dan lupa mengembalikan karena ada kuliah tambahan. Bagaimanapun itu, kalau bermanfaat untuk mereka, bagi kami tidak masalah karena memang itu tujuannya disediakan persewaan sepeda ini,” tuturnya.
Bagi mahasiswa, tentunya kehadiran persewaan sepeda dapat meringankan dan membantu mereka berkegiatan di kampus. Terlebih Unej dengan area kampus yang luas. Di sisi lain, apabila mahasiswa banyak yang naik sepeda, maka polusi akan semakin berkurang. Mahasiswa juga lebih sehat karena bersepeda bisa juga disebut berolahraga.
Seperti halnya yang diungkapkan oleh Marwa Herman Daud, mahasiswa FISIP Unej. Dia mengaku sudah sering menyewa sepeda untuk aktivitas seperti halnya ke perpustakaan. Selain itu, dia juga biasa bersepeda untuk mengelilingi Kampus Unej bersama teman-temannya.
“Seminggu ini hampir setiap hari saya menyewa sepeda. Karena semester akhir harus bolak-balik perpustakaan. Selain itu, saya sering gunakan bersama teman-teman untuk sekadar bersenang-senang. Sembari berolahraga dengan sepeda,” ungkap mahasiswi kelahiran Jakarta itu.
Dirinya juga berharap bisa semakin banyak disediakannya sepeda di area Kampus Unej. Sehingga dapat membuat mahasiswa lainnya beralih menggunakan sepeda ketika berkegiatan di dalam kampus. (c2/nur) Editor : Safitri