Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dugaan Perpeloncoan Ospek Fakultas Teknik UNEJ Akhirnya Klir

Maulana Ijal • Minggu, 9 Oktober 2022 | 16:33 WIB
TITIK TERANG: Dugaan perpeloncoan di Fakultas Teknik UNEJ mulai ada tanda-tanda titik terang setelah pihak rektorat angkat bicara belum lama ini.
TITIK TERANG: Dugaan perpeloncoan di Fakultas Teknik UNEJ mulai ada tanda-tanda titik terang setelah pihak rektorat angkat bicara belum lama ini.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Dugaan adanya perpeloncoan mahasiswa baru saat Ospek Fakultas Teknik Universitas Jember (UNEJ) beberapa waktu lalu, akhirnya mulai terang benderang. Hal itu setelah Tim Investigasi UNEJ mengantongi informasi secara komprehensif mengenai peristiwa tersebut.

https://radarjember.jawapos.com/peristiwa/28/09/2022/teka-teki-kematian-mahasiswa-feb-unej-terjawab-ternyata-ini-penyebabnya/

 

Wakil Koordinator Humas UNEJ Rokhmad Hidayanto mengutarakan hasil investigasi tersebut. Menurutnya, memang ada unsur kelalaian pengawasan dari pihak Pimpinan Fakultas Teknik terhadap kegiatan Ospek itu. Sehingga beberapa pelanggaran pada kegiatan ospek tidak bisa dibendung. "Adanya kekerasan verbal yang mungkin dianggap suatu hal yang lumrah oleh kakak tingkat atau panitia ospek, hal itu tetap berlawanan dengan etika akademik dan kesopanan,” tuturnya.
Terhadap laporan adanya kegiatan yang dilakukan hingga menyita waktu untuk istirahat Mahasiswa Baru (Maba), pihak panitia pelaksana ospek dinilai juga telah lalai. Karena tidak dapat mengatur kegiatan sesuai dengan rencana yang sudah dituliskan dalam proposal. “Sehingga terjadi aktivitas di luar jadwal kegiatan Ospek, serta terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang tertulis dalam proposal kegiatan Ospek yang telah diajukan,” kata Didung, panggilan akrab Rokhmad Hidayanto.
Ia menambahkan, dengan hasil dari investigasi itu juga, pada Rabu (5/10) lalu Rektor Unej telah mengambil keputusan. Salah satunya adalah memberi peringatan tertulis kepada Dekan Fakultas Teknik atas kelalaian dalam pelaksanaan Ospek Fakultas. Selain itu, menginstruksikan Pimpinan Fakultas Teknik agar membubarkan kepanitiaan Ospek. “Namun jika masih terdapat agenda kegiatan serupa yang belum terselesaikan, maka dapat dilanjutkan dengan membentuk kepanitiaan baru yang melibatkan Pimpinan Fakultas, Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa Fakultas Teknik,” katanya.
Selain itu, pimpinan Fakultas Teknik juga diwajibkan menghentikan penggunaan atribut di luar ketentuan PPMB oleh Maba Fakultas Teknik Tahun 2022. Seperti halnya scraf, pita, seragam tertentu dan papan nama, yang seringkali digunakan jadi pembeda dengan mahasiswa dari fakultas lainnya. (mg2/mau) Editor : Maulana Ijal
#ospek #Headline #UNEJ