https://radarjember.jawapos.com/peristiwa/28/09/2022/teka-teki-kematian-mahasiswa-feb-unej-terjawab-ternyata-ini-penyebabnya/
Wakil Koordinator Humas UNEJ Rokhmad Hidayanto mengutarakan hasil investigasi tersebut. Menurutnya, memang ada unsur kelalaian pengawasan dari pihak Pimpinan Fakultas Teknik terhadap kegiatan Ospek itu. Sehingga beberapa pelanggaran pada kegiatan ospek tidak bisa dibendung. "Adanya kekerasan verbal yang mungkin dianggap suatu hal yang lumrah oleh kakak tingkat atau panitia ospek, hal itu tetap berlawanan dengan etika akademik dan kesopanan,” tuturnya.
Terhadap laporan adanya kegiatan yang dilakukan hingga menyita waktu untuk istirahat Mahasiswa Baru (Maba), pihak panitia pelaksana ospek dinilai juga telah lalai. Karena tidak dapat mengatur kegiatan sesuai dengan rencana yang sudah dituliskan dalam proposal. “Sehingga terjadi aktivitas di luar jadwal kegiatan Ospek, serta terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang tertulis dalam proposal kegiatan Ospek yang telah diajukan,” kata Didung, panggilan akrab Rokhmad Hidayanto.
Ia menambahkan, dengan hasil dari investigasi itu juga, pada Rabu (5/10) lalu Rektor Unej telah mengambil keputusan. Salah satunya adalah memberi peringatan tertulis kepada Dekan Fakultas Teknik atas kelalaian dalam pelaksanaan Ospek Fakultas. Selain itu, menginstruksikan Pimpinan Fakultas Teknik agar membubarkan kepanitiaan Ospek. “Namun jika masih terdapat agenda kegiatan serupa yang belum terselesaikan, maka dapat dilanjutkan dengan membentuk kepanitiaan baru yang melibatkan Pimpinan Fakultas, Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa Fakultas Teknik,” katanya.
Selain itu, pimpinan Fakultas Teknik juga diwajibkan menghentikan penggunaan atribut di luar ketentuan PPMB oleh Maba Fakultas Teknik Tahun 2022. Seperti halnya scraf, pita, seragam tertentu dan papan nama, yang seringkali digunakan jadi pembeda dengan mahasiswa dari fakultas lainnya. (mg2/mau) Editor : Maulana Ijal