BACA JUGA : Raperda Lingkungan Dinilai Muspro
Dengan mengangkat tema Gotong Royong Membangun Desa, Sidomulyo Fashion Carnaval menyuguhkan penampilan putra-putri desa. Mulai dari tim desain kreatif hingga kostum fashion diambil dari karya masyarakat Desa Sidomulyo. Harapannya, hajatan kali ini juga mengangkat talenta generasi muda dari Desa Sidomulyo.
Kepala Desa Sidomulyo Kamiludin mengatakan, kegiatan pertama menyambut Hari Jadi Desa Sidomulyo itu mengundang banyak perhatian dari warga setempat. Masyarakat memenuhi halaman SDN Sidomulyo 5, berjejer hingga Kantor Desa Sidomulyo, demi ikut serta menyaksikan kreativitas anak Sidomulyo. "Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias sekali menyaksikan penampilan dari putra-putrinya," katanya.
Kamiludin juga menyampaikan, agenda Sidomulyo Fashion Carnaval rupanya telah memunculkan talenta baru dari anak-anak Desa Sidomulyo. Hal ini dinilai akan menjadi aset desa untuk membawa Sidomulyo lebih maju ke depannya. "Sesuai dengan jargon desa, yakni maju desanya, bahagia warganya," terangnya seusai mengikuti penampilan Sidomulyo Fashion Carnaval.
Menurutnya, agenda Sidomulyo Fashion Carnaval itu juga bersinergi dengan Jember Fashion Carnaval (JFC). “Jika JFC bisa go international, maka Sidomulyo juga pasti bisa. Karena pendiri JFC juga berasal dari Sidomulyo," katanya.
Selain itu, demi kemeriahan Hari Jadi Desa Sidomulyo, terdapat tujuh rentetan agenda sampai malam puncak pada tanggal 31 Oktober nanti. Di antaranya, pada tanggal 9 Oktober digelar Sidomulyo Adventure Trail. Dilanjutkan pada 16 Oktober Karnaval Budaya Nusantara. Kemudian, pada 20 Oktober agenda Sidomulyo Bersalawat, dan 23 Oktober ada kontes domba nasional. Agenda terakhir sebelum malam puncak, yakni 30 Oktober, ada Jember Mountain Bike. "Dilanjutkan pada 31 Oktober resepsi malam puncak, yaitu konser meriah bersama masyarakat Sidomulyo," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Selaku orang nomor satu di Desa Sidomulyo, Kamil berharap hajatan Hari Jadi Desa Sidomulyo itu dapat memberikan sentuhan positif bagi masyarakat. Seperti kekompakan masyarakat untuk turut terlibat aktif membangun desa. "Sebab, memajukan desa juga tidak lepas dari peran warga setempat," pungkasnya. (Mun/c2/dwi)
Editor : Safitri