Seperti diketahui, Operasi Zebra tersebut rutin digelar oleh Polri secara serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan selama 14 hari. Pada 2022 ini, Operasi Zebra dimulai hari ini sampai dengan Minggu 16 Oktober.
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menjelaskan, operasi ini berangkat dari permasalahan kompleks di bidang lalu lintas. Karena keselamatan berlalu lintas sangat mempengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi.
BACA JUGA: Mahasiswa di Jember Meninggal Tertabrak Truk Gandeng
Sejauh ini, angka kecelakaan lalu lintas meningkat tajam. Tercatat 70,23 persen peningkatan angka kecelakaan di tahun 2022. "Korban meninggal dunia sebanyak 3.488 jiwa, juga pelanggaran lalu lintas yang cukup meningkat tajam," terangnya.
Menurutnya, Operasi Zebra digelar agar para pengendara lebih patuh dan tertib pada peraturan lalu lintas, sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas. "Karena dari angka besarnya kecelakaan tersebut, banyak disebabkan oleh kelalaian saat berkendara," tuturnya.
Hery mengatakan, sasaran pelaksanaan Operasi Zebra kali ini terdapat tujuh prioritas pelanggaran. Di antaranya, pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara motor di bawah umur, pengendara motor yang berboncengan lebih dari satu orang, dan pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI.
Selain itu, juga pengemudi mobil yang tidak menggunakan vertikal, pengemudi dalam pengaruh atau mengkonsumsi alkohol, pengemudi yang melawan arus. "Dan yang terakhir pengemudi yang melebihi batas kecepatan," ujarnya.
Sesuai arahan Kapolda Jatim yang dibacakan Hery Purnomo, personel yang dilibatkan dalam operasi kali ini sebanyak 3.478 personel. Perinciannya Polda Jatim sebanyak 348 personel dan diambil dari jajaran sebanyak 3.130 personel yang akan disebar di seluruh jajaran Polda Jatim.
"Diharapkan dengan pelaksanaan operasi tahun ini dapat menekan angka fatalitas laka lantas dan menciptakan kamseltibcar lantas di seluruh wilayah Jawa Timur," jelasnya.
Selama pelaksanaan operasi ini, lanjut Hery, petugas operasi diimbau melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat secara intens, khususnya kepada kaum milenial. Hal ini demi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. "Melaksanakan kegiatan operasi dengan penuh simpatik dan humanis, serta tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Ma’mun/Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal