BACA JUGA : Masuk Peta Rawan, Gumitir Mudah Longsor
Pria lanjut usia (lansia) itu adalah Mbah Njan. Dia tinggal berdua dengan cucunya yang masih usia SMP. Keduanya tinggal di sebuah gubuk kecil yang disewanya per tahun. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, dirinya hanya pasrah dan bergantung pada rezeki yang datang dari warga setempat.
Mbah Njan sebenarnya memiliki dua anak. Namun, telah menjalani kehidupan masing-masing di luar kota. Sesekali anaknya menjenguk Mbah Njan. Namun, apalah daya, keluarga Njan juga tergolong belum beruntung dalam urusan ekonomi.
Kehadiran pria ini di tengah-tengah masyarakat dinilai sangat bermanfaat. Berkat keikhlasannya merawat musala dan kuburan, warga setempat pun kompak membantu kebutuhan hidup Mbah Njan. Bahkan, ketika mengetahui lahan yang disewa Mbah Njan akan dijual pemiliknya, warga pun membantu. Kabar Mbah Njan akan pindah mengundang simpati warga. Mereka pun gotong royong membantu. Kabar itu juga didengar jajaran kepolisian di Polsek Patrang dan Yonif Raider 509 Kostrad.
Tanpa waktu lama, sejumlah kebutuhan bahan bangunan tiba-tiba berdatangan ke tempat Mbah Njan. Dia pun disewakan lahan lain dan lokasinya tidak jauh dari rumah yang disewa sebelumnya. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada warga dan aparat yang sudah membantu," imbuhnya.
Mbah Njan disewakan tanah lain dan lokasinya tepat di depan musala yang selama ini dia rawat setiap hari. Karenanya, akses Mbah Njan semakin mudah menuju musala. Selain itu, Mbah Njan juga bisa tetap beraktivitas membersihkan kuburan di pemakaman yang ada di Slawu.
Mendapat bantuan gotong royong tersebut, bangunan rumah di lahan yang disewa Mbah Njan pun berdiri. Rumahnya cukup sederhana, terbuat dari kayu, bambu, dan anyaman gedek. Meski minimalis, rumah itu sangat bermakna bagi Mbah Njan dan cucunya. "Yang penting tidak kehujanan dan kepanasan, bagi saya sudah cukup. Saya juga mudah ke musala," ungkapnya.
Tidak berhenti di situ, selama pengerjaan rumah tersebut, Mbah Njan dikawal penuh oleh warga setempat. Mereka mengerjakan rumah Mbah Njan secara gotong royong. Bahkan, untuk kebutuhan makan tukang dan lain-lain, telah disediakan oleh warga dan Polsek Patrang. "Keperluan lain sering dikirim ke sini. Ini tadi sembako untuk kebutuhan makan tukang," tandasnya.
Kapolsek Patrang AKP Hery Supadmo membenarkan kondisi Mbah Njan. Menurutnya, pembangunan dibantu sejumlah pihak, mulai dari polisi, TNI, hingga warga setempat. "Alhamdulillah, pembangunan sudah 75 persen," timpalnya, kemarin. Sementara hari ini, pembangunan rumahnya sudah selesai dan bisa ditempati.
Berkaitan dengan itu, Rifa’i, Ketua RW 15 Lingkungan Gebang Poreng, menceritakan, kepedulian Mbah Njan kepada lingkungan membuat masyarakat sangat berempati. “Kesehariannya sangat membantu, masyarakat sangat respek padanya,” pungkasnya. (cc/nur) Editor : Safitri