Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Masuk Peta Rawan, Gumitir Mudah Longsor

Safitri • Selasa, 27 September 2022 | 16:37 WIB
PERLU WASPADA: Pengguna jalan yang melintas di Jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, harus lebih hati-hati. Terutama saat hujan. Sebab, sebagian bukit atau gunung mudah longsor.
PERLU WASPADA: Pengguna jalan yang melintas di Jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, harus lebih hati-hati. Terutama saat hujan. Sebab, sebagian bukit atau gunung mudah longsor.
SIDOMULYO, Radar Jember – Bencana alam tidak ada yang tahu kapan akan terjadi. Untuk itu, semua pengendara perlu tetap waspada, terutama di tempat-tempat yang rawan. Salah satunya harus tetap hati-hati saat melintas di jalur Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.

BACA JUGA : Hasil Labfor Keluar, Penyebab Kematian Mahasiswi Unej Segera Diumumkan

Jalur itu sudah masuk peta rawan longsor. Apalagi saat hujan deras mengguyur. Nah, dalam dua pekan terakhir, hujan deras diketahui beberapa kali terjadi di jalan yang terdapat banyak tikungan tersebut. Saat hujan deras, terjadi beberapa longsor di beberapa titik.

Kapolsek Silo AKP Suhartanto menyebut, meskipun longsor tidak terlalu parah, namun tetap membahayakan pengguna jalan. Terutama yang melintas dari arah Jember menuju Banyuwangi, karena yang rawan longsor di bagian tebing jalan. "Sudah ada titik longsoran baru di Jalur Gumitir. Tepatnya di KM 34 kalau dari arah Jember. Secara tiba-tiba terjadi longsor kalau hujan turun cukup deras dan lama," ujarnya.

Pada saat longsor terjadi, biasanya juga diikuti dengan pohon tumbang. “Biasanya tebing yang longsor itu di atasnya ada pohon. Karena tidak kuat menahan beban, biasanya terjadi longsor yang diikuti dengan pohon tumbang,” ujar Kapolsek Tanto.

Ke depan, Jember juga masih berpotensi hujan berdasar informasi dari BMKG Jawa Timur. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan untuk lebih waspada dan hati-hati. “Selain rawan longsor dan pohon tumbang, Jalur Gumitir masih terganggu dengan perbaikan plengsengan jalan yang ambrol beberapa bulan lalu. Jalan miring dan rawan kecelakaan tunggal yang mengakibatkan terjadinya kemacetan. Terutama kendaraan muatan berat seperti truk Fuso,” jelasnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo mengatakan, kerentanan bencana longsor di wilayah Hutan Gumitir telah masuk dalam peta rawan bencana. Titik tersebut menjadi perhatian utama saat hujan. Bahkan, pihaknya mengupayakan koordinasi cepat tanggap bersama masyarakat setempat serta kepolisian untuk penanganan. "Sebagian alat manual telah kami fasilitasi untuk mengupayakan pertolongan longsor," katanya.

Berikutnya, BPBD Jember telah membuat peta rawan bencana di sejumlah titik yang rentan bencana di wilayah Hutan Gumitir. Untuk memudahkan koordinasi, BPBD Jember mengakomodasi relawan setempat. "Itu kami kelola, untuk memudahkan informasi dari masing-masing titik, saat akan terjadi bencana," imbuh Heru.

Bahkan, di tengah cuaca yang tidak dapat diprediksi saat ini, pihaknya terus memantau informasi dari BMKG untuk mengukur potensi bencana saat hujan. "Di masing-masing peta rawan bencana itu, kami sudah mengantongi mana titik jenuh air yang tinggi saat musim kemarau, sehingga saat hujan datang, kami dapat mudah memantau," pungkasnya. (jum/mun/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #longsor #Gumitir