Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ubah Desa Buruh Migran melalui Egrang

Safitri • Senin, 26 September 2022 | 22:42 WIB
PERMAINAN TRADISIONAL: Sejumlah peserta lomba egrang di Pasar Lumpur menunjukan kebolehannya di depan banyak pengunjung. Permainan itu sukses membuat pengunjung asal Australia terpukau.
PERMAINAN TRADISIONAL: Sejumlah peserta lomba egrang di Pasar Lumpur menunjukan kebolehannya di depan banyak pengunjung. Permainan itu sukses membuat pengunjung asal Australia terpukau.
LEDOKOMBO, Radar Jember - Puluhan siswa dari berbagai sekolah dasar (SD) di Jember mengikuti lomba egrang. Lomba itu diadakan untuk merayakan reopening Pasar Lumpur di Desa/Kecamatan Ledokombo, sebagai upaya memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak.

BACA JUGA : Mendaki Gunung Seorang Diri, Mahasiswa Jatuh ke Jurang 85 Meter di Sulsel

Lomba ini diikuti oleh sekitar 100 anak SD yang ada di Jember. Uniknya, lomba egrang dikolaborasikan dengan tarian-tarian daerah yang lincah dimainkan oleh peserta lomba egrang. “Agar lebih menarik, kami mengolaborasikan dengan tarian tradisional,” jelas Farha Ciciek, Ketua Tanoker Ledokombo, komunitas belajar dan bermain yang fokus pada pengembangan anak.

Selain itu, Komunitas Tanoker juga memperkenalkan berbagai permainan tradisional, salah satunya egrang. Ciciek melanjutkan, egrang dikenal juga sebagai enggrang atau jangkungan. Sejatinya ini permainan tradisional dengan berdiri dan berjalan menggunakan galah bambu. Namun, saat ini egrang mulai ditinggalkan oleh anak-anak. “Padahal, permainan egrang ini dapat menumbuhkan kreativitas anak,” imbuhnya.

Banyak pengunjung dan tamu undangan yang ikut memeriahkan acara reopening Pasar Lumpur. Salah seorang tamu yang berpartisipasi berasal dari Australia, Fiona Hoggart, Konsul Jenderal Australia cukup antusias.

“Saya sangat bangga bisa datang ke acara seperti ini. Melihat nilai-nilai tradisional yang ada di Jember. Hebat sekali,” terang Fiona saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jember.

Di lereng Gunung Raung itu, egrang tak sekadar permainan tradisional, tapi menjadi alat menuju harapan. Sebab, permainan egrang di Desa Ledokombo berhasil mengubah kondisi desa pemasok buruh migran itu menjadi lebih baik.

Hebatnya, permainan egrang yang dikemas oleh Komunitas Tanoker itu berhasil berubah menjadi satu destinasi wisata kreatif dengan Festival Egrang yang berlangsung setiap bulan September. Jika festival berlangsung, penduduk sibuk menyiapkan banyak hal, karena ratusan tamu dari luar kota dan luar negeri akan datang dan menginap.

Ternyata egrang tak sekadar permainan tradisional. Ledokombo telah membuktikan bahwa permainan itu bisa mengubah desa asal buruh migran menjadi lebih baik. (mg6/c2/bud)

 

 

  Editor : Safitri
#Jember