BACA JUGA : Kenaikan Tarif Angkutan Umum Maksimal Rp 2 Ribu Ditetapkan Pemkab Bogor
Kepala BPBD Jember Sigit Akbari mengatakan, musim kemarau di wilayah Jember saat ini bersifat kemarau basah. Sekaligus menegaskan adanya penyimpangan iklim pada tahun 2022 ini. Selain itu, diperkirakan bahwa musim kemarau akan terjadi dengan sifat hujan di atas normal atau disebut kemarau basah pada wilayah Jember. “Dalam beberapa hari ke depan diperkirakan Jember masih akan turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Masyarakat perlu mengantisipasi terjadinya hujan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Sigit menuturkan bahwa terjadinya hujan yang akan turun pada beberapa hari ke depan juga perlu diantisipasi terhadap kemungkinan timbulnya bencana. Seperti bencana longsor dan banjir. “Masyarakat yang tinggal di dataran tinggi atau lereng gunung, jika terjadi hujan pada malam hari, maka harus siaga. Pasalnya, kerap kali mereka terlelap tidur hingga tanpa sadar terjadi longsor,” tuturnya.
Sementara, masyarakat yang tinggal di dataran rendah. Terutama yang tinggal di bantaran sungai, juga perlu mewaspadai meluapnya air sungai. “Ketika air berubah menjadi keruh dan berwarna cokelat, warga sekitar perlu waspada, karena pada kondisi sungai tersebut banjir bandang sering terjadi,” ungkapnya. (mg2/c2/dwi)
Editor : Safitri