Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Lilik Lailiyah mengatakan, dengan adanya kerjasama dan kolaborasi yang baik, maka akan membantu menurunkan kasus AKI-AKB, serta stunting di Jember.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada kelompok masyarakat atas adanya bantuan alat USG untuk puskesmas, serta pelatihan bagi tenaga kesehatan puskesmas dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, dan remaja di wilayah kerja mereka.
"Perlu kami sampaikan bahwa per Agustus ini kematian ibu ini sudah turun 43. Kemudian kematian bayi juga sudah turun 148. Tentunya ini hasil kerjasama kita bersama," ujarnya, saat memberi sambutan pada proses penyerahan secara simbolis alat ultrasound lumify di RSD dr Soebandi, Jember, Kamis (25/8).
Alat itu diserahkan oleh Yappika ActionAid bersama Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat (YPSM) yang didukung lembaga donor Philips Indonesia dan Fondation Botnar. YPSM adalah organisasi masyarakat sipil di Jember yang fokus pada isu anak, remaja, dan perempuan. Selain memberikan perangkat USG ultrasound lumify, lembaga ini juga mengadakan pelatihan penggunaan aplikasi Mobile Obstretic Monitoring (MOM) bagi tenaga kesehatan.
Pelatihan penggunaan aplikasi MOM dan penyerahan alat Ultrasound Lumify ini merupakan bagian dari program MUTIARA yaitu Meningkatkan Nutrisi dan Akses Kesehatan Bagi Ibu, Anak, dan Remaja).
Perlu diketahui, teknologi ultrasonografi yang digunakan dalam USG menawarkan keakuratan yang lebih dibanding pemeriksaan manual oleh tenaga kesehatan. USG dilakukan untuk mendiagnosa kehamilan lebih lengkap. Meliputi usia kehamilan, jenis kelamin janin, kondisi plasenta, uterus, ovarium, dan serviks.
Pemeriksaan USG juga menjadi cara identifikasi risiko pada kehamilan. Seperti perkembangan janin yang lambat, kehamilan kembar, kehamilan di luar rahim dan lainnya. Identifikasi ini penting sebagai salah satu sistem deteksi dini untuk meminimalkan risiko yang bisa dialami oleh ibu hamil atau janin itu sendiri.
Sedangkan ultrasound lumify merupakan ultrasound berbasis aplikasi yang dapat diakses melalui smartphone, tablet atau komputer. Fungsinya memudahkan tenaga kesehatan dalam penggunaanya. Dan gampang dibawa kemanapun, kapanpun. Baik di dalam lingkungan puskesmas dan rumah sakit maupun di luar lingkungan keduanya.
Selain itu, aplikasi MOM juga bisa memantau 1.000 hari kehidupan pertama. Mulai dari janin hingga kelahiran bayi. Kondisi kesehatan ibu hamil juga dapat dipantau, sehingga jika nanti diperlukan penanganan khusus dapat diatasi sejak dini.
Nantinya, program tersebut akan dilaksanakan di 18 desa/kelurahan dengan melibatkan empat puskesmas. Yakni Puskesmas Sumbersari, Kaliwates, Rambipuji, dan Silo II, serta dua rumah sakit daerah di Kabupaten Jember. RSD dr Soebandi dan RSD Kalisat. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Foto : Viona Alvioniza
Editor: Mahrus Sholih Editor : Alvioniza