BACA JUGA : Hapus Logo Perguruan Silat Jadi Pemicu Pengeroyokan Siswa SMPN 12 Jember
Ancaman jalan yang nyaris putus itu pun dikeluhkan warga setempat. "Jalannya tinggal separo. Kendaraan, khususnya roda empat dan truk, harus lebih hati-hati," kata Hasan, warga Tanggul yang setiap hari melintas di jalan tersebut.
Bagian dalam ruas jalan itu sudah tergerus. Warga khawatir jalan itu akan putus. Apabila sampai tidak bisa dilewati kendaraan, banyak warga di sana yang terancam terisolasi. “Jalan ini menghubungkan Patemon dengan Desa Kramat Sukoharjo,” jelasnya.
Di bawah jembatan yang ambrol tersebut ada gorong-gorong. Sementara, di samping jalan yang ambrol adalah jurang. Oleh warga setempat, jalan ambrol itu hanya diberi tanda di bagian yang ambrol. “Kami khawatir ini akan putus,” timpal warga lain.
Tak hanya itu, jalan yang nyaris putus itu pun mengancam setiap pengendara yang lewat. Apalagi, tanda pembatas jalan tidak dipasang di bagian aspal yang ambrol. Karena itu, jalan ini mendesak untuk diperbaiki sebelum memakan korban.
Di sisi lain, jika belum bisa dibangun permanen, warga berharap ada semacam bantuan bronjong agar kerusakan jalan tidak semakin parah. “Harapannya, bisa segera dibangun pemerintah,” harap Hasan. (jum/c2/nur). Editor : Safitri